Mei 2022, Kota Malang Alami Inflasi 0,51 Persen, Masuk 4 Besar Tertinggi di Jawa Timur

Jun 03, 2022 09:07
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang Erny Fatma Setyoharini saat merilis perkembangan indeks harga konsumen (IHK) dan inflasi Mei 2022 melalui aplikasi Zoom dan tayang di channel YouTube BPS Kota Malang, Kamis (2/6/2022). (Foto: tangkapan layar))
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang Erny Fatma Setyoharini saat merilis perkembangan indeks harga konsumen (IHK) dan inflasi Mei 2022 melalui aplikasi Zoom dan tayang di channel YouTube BPS Kota Malang, Kamis (2/6/2022). (Foto: tangkapan layar))

JATIMTIMES - Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang mencatat Kota Malang telah mengalami inflasi sebesar 0,51 persen pada Mei 2022. Persentase tersebut menempatkan Kota Malang pada urutan keempat tertinggi dari delapan kabupaten/kota yang menghitung indeks harga konsumen (IHK) di Jawa Timur (Jatim) pada Mei 2022. 

Kepala BPS Kota Malang Erny Fatma Setyohatini menyebut, inflasi di delapan kabupaten/kota adalah Kabupaten Sumenep 1,10 persen; Kota Madiun 0,58 persen; Kabupaten Jember 0,52 persen; Kota Malang 0,51 persen; Kabupaten Banyuwangi 0,49 persen; Kota Surabaya 0,49 persen; Kota Probolinggo 0,47 persen; serta Kota Kediri 0,08 persen. 

"Inflasi tertinggi terjadi di Sumenep sebesar 1,10 persen dengan IHK  sebesar 111,67 dan terendah terjadi di Kota Kediri sebesar 0,08 persen dengan IHK sebesar 109,56," ungkap Erny dalam keterangan resmi yang diterima JatimTIMES.com, Jumat (3/6/2022). 

Erny menjelaskan, inflasi disebabkan  adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian indeks kelompok pengeluaran. Yakni kelompok makanan, minuman dan tembakau 1,13 persen; kelompok rekreasi, olahraga dan budaya 0,93 persen; kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya 0,91 persen; kelompok kesehatan 0,74 persen; kelompok transportasi 0,69 persen. 

Selain itu, kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,58 persen; kelompok pakaian dan alas kaki 0,16 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran 0,05 persen; kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga 0,02 persen. Sedangkan kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan serta kelompok pendidikan menjadi kelompok yang tidak mengalami inflasi dan deflasi. 

"Pada Mei 2022, dari 11 kelompok pengeluaran dan 9 di antaranya memberikan andil terhadap inflasi. Sedangkan 2 lainnya tidak memberikan andil inflasi maupun deflasi," ujar Erny. 

Dari adanya kenaikan harga pada indeks kelompok pengeluaran, terdapat sembilan kelompok pengeluaran yang memberikan andil inflasi. Di antaranya, kelompok makanan, minuman dan tembakau 0,26 persen; kelompok rekreasi, olahraga dan budaya 0,02 persen; kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya 0,06 persen; kelompok kesehatan 0,03 persen. 

Selain itu, kelompok transportasi 0,09 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,04 persen; kelompok pakaian dan alas kaki 0,01 persen; kelompok penyedia makanan dan minuman/restoran kurang dari 0,01 persen; kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga kurang dari 0,02 persen. 

BPS juga menjelaskan terdapat 10 komoditas teratas yang memberikan andil inflasi pada Mei 2022. Di antaranya angkatan udara; tongkol diawetkan; telur ayam ras; roti manis; ayam hidup; udang basah; bawang merah; tarif dokter spesialis; bioskop; dan rokok kretek filter. 

"Komoditas teratas yang menahan laju inflasi antara lain pisang, daging ayam ras, bawang putih, beras, anggur, pir, ikan bandeng atau ikan bolu, emas perhiasan, rempela ati ayam dan mangga," pungkas Erny. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru