Khawatir Tertular PMK, Ratusan Kandang Sapi di Desa Burno Disemprot Disinfektan 

May 31, 2022 16:56
Kades Desa Burno Sugondo dan insert gambar sapi milik warga yang terpapar PMK (Foto: Teguh Eko Januari -JatimTIMES)
Kades Desa Burno Sugondo dan insert gambar sapi milik warga yang terpapar PMK (Foto: Teguh Eko Januari -JatimTIMES)

JATIMTIMES- Lebih dari 700 ekor sapi perah di walayah Kecamatan Senduro terserang penyakit mulut dan kaki (PMK). Jumlah tersebut kemungkinan terus naik karena banyak warga peternak yang belum melaporkan atau terdata.

Para peternak sapi perah di Desa Burno Kecamatan Senduro, khawatir sapi miliknya juga terpapar sehingga mereka bersama perangkat desa berinisiatif untuk melakukan pemnyemprotan ratusan kandang sapi milik warga.

Kepala Desa Burno, Sutondo menyebutkan bahwa PMK sudah mulai menjangkiti ternak sapi perah milik warganya. “Saat ini memang hanya ada 10 ekor sapi dan belasan kambing jenis Etawa Senduro yang terpapar , mumpung belum menyebar maka kami lakukan penyemprotan disinfektan,” ujarnya.

Sedikitnya ada 3 galon besar disinfektan yang disemprotkan ke kandang milik warga atau pemilik ternak sapi perah. Dengan ini Sutondo berharap ternak sapi di desanya bisa terselamatkan dari wabah mematikan tersebut.

Sapi yang Terpapar Dijual Murah

Sementara itu salah seorang warga Desa Burno, Eko Wibisono mengaku 10 ekor sapi perahnya terjangkit semua. Ia mengaku salah satu anak sapinya telah tewas terkena PMK. Untuk menghindari kerugian yang lebih parah, ia telah menjual 6 ekor sapi miliknya yang terpapar.

“Saya jual 5 ekor sapi yang dalam kondisi bunting karena rentan dan satunya lagi saya jual karena sudah lumpuh,” ujarnya.   

Eko mengaku sapinya laku dengan harga murah, jika dalam kondisi biasa harusnya sapi bunting laku Rp 20 juta, namun karena terpapar PMK maka laku cuma Rp 10 juta. Sementara sapi yang lumpuh laku hanya Rp 3,5 juta.

Eko mengaku masih berharap 4 ekor sapi miliknya bisa terselematkan dengan bantuan perawatan dokter hewan yang disumbang oleh UD Abdel Brother yang selama ini menjadi pengepul susu sapi miliknya.

“Bantuan perawatan dari pemerintah tidak ada, karena saya tidak ikut KUD (Koperasi Unit Desa), mungkin yang ikut KUD ada bantuan mas, saya tidak tahu,” ungkapnya.

Kerugian Peternak Berlipat Ganda

Kerugian akibat PMK ini tidak hanya karena sapinya dibeli dengan harga murah, namun yang menjadi pemikiran adalah produksi susu sapi yang biasanya bisa menambah penghasilan keluarga. Sebelum ini Eko Wibisono mengaku bisa memproduksi 100 liter susu sapi perhari dari seluruh sapinya, namun karena terkena PMK, ia hanya mampu menyetor 15 liter susu sapi per hari.

“Bagaimana bisa produksi susu, sapi saya satu minggu tidak makan, mau makan jika disuapi, itu saja makannya sedikit yang penting perut ada isi, maka susu drastis turun soalnya tidak ada nutrisi,” keluhnya.

Untuk menanggulangi PMK secara mandiri, Eko mengaku merawat sapinya dengan memberi empon-empon, vitamin dan nutrisi. Ia berharap sapinya yang lain bisa pulih sehingga bisa kembali memproduksi susu.

“Ya harus sabar dan telaten karena kondisi sapi yang sakit, insyaallah sapi kami bisa pulih,” harapnya.  

Eko Wibisono dan para peternak lain menyampaikan harapannya kepada pemerintah agar bisa membantu memulihkan usaha sapi susunya. 

“Kami telah mengalami kerugian yang lumayan besar, kami berharap pemerintah membantu kami dengan bantuan kredit lunak untuk peternak, agar kami bisa bangkit kembali,” pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Peternak sapirazia satpol pp kota batupenolakan ustaz abdul somadLeny Suryani

Berita Lainnya

Berita

Terbaru