Radikalisme Masuk Kampus, Begini Kata Anggota DPR RI Cak Udin

May 29, 2022 18:59
Anggota DPR RI Dapil Malang Raya, M Hasanuddin Wahid (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Anggota DPR RI Dapil Malang Raya, M Hasanuddin Wahid (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

JATIMTIMES - Anggota DPR RI Dapil Malang Raya M Hasanuddin Wahid angkat bicara terkait isu terorisme yang masuk ke perguruan tinggi di Kota Malang. Seperti diketahui sebelumnya, jika salah satu mahasiswa aktif Universitas Brawijaya (UB) diciduk Densus 88 dalam kaitan dengan organisasi terlarang ISIS. 

Menurutnya, hal ini sangatlah memprihatinkan. Sebab, Malang sebagai kota pendidikan dengan banyaknya perguruan tinggi sangatlah rawan menjadi sasaran dari radikalisme. 

"Di Malang kan banyak perguruan tinggi, mesti yang jadi sasaran utama para jihadis-jihadis untuk mencari kader mengembangkan benih-benih terorisme. Apalagi di sini banyak puluhan perguruan tinggi pasti menggoda," jelas pria yang akrab disapa Cak Udin ini.

Karena itu, pihaknya mengajak seluruh civitas akademika perguruan tinggi di Malang Raya untuk bersama memperkuat diri dan menjadikan Malang sebagai kota yang sejuk dan aman. 

Seluruh kekuatan masyarakat, pemerintah daerah dan kampus harus bersatu meningkatkan pemikiran masyarakat yang toleran dan moderat. Selain itu, diharapkan kampus semakin bersinergi dengan para ulama untuk semakin memperkuat dan membentengi dari radikalisme.

"Ajak NU (Nahdlatul Ulama), Muhammadiyah, pesantren dan para kiai untuk kemudian terlibat sama-sama dengan kampus agar mereka ini tak terpisah," tuturnya.

Sinergi dan kolaborasi berbagai pihak, seperti para ulama, sangatlah penting dalam menangkal paham radikal. "Kalau kampus menutup diri dari masyarakat, terus tidak ngajak orang-orang moderat kayak kiai dan pesantren untuk terlibat dalam kaderisasi keagamaan dan kemahasiswaan jadinya begitu," pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
dpr dapil malang rayaisu terorismePerguruan Tinggi Kota Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru