Halalkan Produkmu!

Dulu Sulit dan Mahal, Mengurus Sertifikat Halal Sekarang Mudah Lewat Cara Ini

May 27, 2022 13:54
Tim pendamping dari Sistem Penjamin Mutu Halal Internal (SPMHI) saat melakukan pendampingan ikrar halal dan sertifikasi halal terhadap salah satu produk UMKM di Jawa Timur (Foto: Istimewa)
Tim pendamping dari Sistem Penjamin Mutu Halal Internal (SPMHI) saat melakukan pendampingan ikrar halal dan sertifikasi halal terhadap salah satu produk UMKM di Jawa Timur (Foto: Istimewa)

JATIMTIMES - Sertifikasi halal sebuah produk baik makanan, minuman atau produk lain yang diperdagangkan sekarang menjadi kebutuhan setiap usaha baik skala kecil maupun besar. 

Kalau sebelumnya, sertifikasi halal sering kali hanya dimaknai sebagai label formal semata, sekarang berkembang menjadi alat ukur sekaligus penegas kualitas atau mutu sebuah produk.  

Bahkan, produk bersertifikat halal mulai menjadi tren masyarakat dalam perdagangan global.. 

Bisa dipastikan, hanya produk yang bersertifikat halal saja yang akan memenangkan persaingan pasar global. 

Karena itu, Pemerintah Indonesia menerbitkan undang-undang yang isinya mewajibkan setiap produk bersertifikat halal. 

Ada konsekuensi hukum bagi siapapun yang memperdagangkan produknya tanpa mengurus sertifikasi halal. 

Ulasan tentang landasan hukum pemerintah mewajibkan setiap produk mengurus sertifikasi halal akan dijelaskan diseri berita selanjutnya.    

Di Indonesia, sertifikasi halal sekarang ditangani penuh Kementerian Agama (Kemenag) lewat Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) sebagai leading sector.

Sejak masih ditangani Majelis Ulama Indonesia (MUI), mengurus sertifikasi halal sebuah produk memerlukan proses panjang. 

Ini salah satu faktor yang menyebabkan para pelaku usaha makanan, minuman maupun produk lain terkesan ogah-ogahan mengurus sertifkasi halal. 

Selain prosesnya panjang, biaya yang dikeluarkan juga besar.

Bahkan, tidak sedikit pelaku usaha sudah mengeluarkan ratusan juta rupiah namun sertifikasi halal produk yang didaftarkannya tak kunjung selesai hingga sekarang.

Lewat kebijakan terbaru Kemenag RI,  proses sertifikasi halal yang menjadi kewajiban setiap pelaku usaha mulai dipermudah.

Mekanismenya pun diatur serapi mungkin agar tidak hanya menjadi label semata tapi sebagai pertanggungjawaban kualitas dan kehalalan sebuah produk. 

270522_produksertifikasi-halal.psd63bc9c9a27f8cd5d.png

Salah satu lembaga resmi yang membantu dan mendampingi para pelaku usaha mengurus sertifikasi halal adalah Halal Center Bahrul Maghfiroh (HCBM). 

Lembaga ini di bawah naungan Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Maghfiroh, Kota Malang. 

Bekerjasama dengan Sistem Penjaminan Mutu Halal Internal (SPMHI), para pelaku usaha maupun UMKM akan dibantu dan didampingi agar dapat melakukan Ikrar Halal.

Ini merupakan tahapan awal atau persiapan untuk mengurus Sertifikasi Halal. 

SPMHI merupakan suatu sistem penjamin internal untuk mengecek kehalalan suatu produk secara internal dan berkala, baik bahan baku maupun proses produksinya.

Sistem ini ditemukan oleh Prof. Dr. Ir. Mohammad Bisri yang bertujuan membantu UMKM melakukan ikrar halal sebagai tahap awal sertifikasi halal yang dikeluarkan BPJPH.

SPMHI mendapatkan sertifikat HAKI dengan nomor 000169053.

Ketua SPMHI Slamet Widodo, menjelaskan ikrar halal merupakan pengakuan dari pemilik usaha yang menyatakan bahwa produk makanan dan minuman yang dijual telah dijamin kehalalannya. 

“Ikrar halal sendiri difokuskan untuk skala UMKM,” jelas Widodo.

Jika pelaku usaha, lanjut Widodo, sudah mengantongi sertifikat ikrarhalal setelah proses pendampingan dari SPMHI maka tinggal selangkah lagi menuju sertifikat halal. 

“Kami akan terus mendampingi para pelaku usaha hingga mendapatkan sertifikat halal. Dengan sertifikat ikrar halal sesungguhnya seluruh dokumen yang diperlukan untuk proses pengurusan sertifikasi halal sudah lengkap. Selanjutnya, kami dampingi sampai keluar sertifikat halal,” beber Widodo. 

Secara hukum, sertifikat ikrar halal diatur dalam PP No 39 tahun 2021 tentang penyelenggaraan Bidang Jaminan Produk Halal. 

Dalam PP tersebut, pemilik usaha makanan dan minuman dalam skala UMKM, wajib memiliki sertifikat ikrar halal produk yang dijualnya.

"Kalau pelaku usaha dilepas bahwa barang saya ini halal, tidak melalui supervisi, tidak ada yang mendampingi maka akan jadi masalah. SPMHI ini menjadi supervisi sehingga ada pertanggungjawaban terhadap ikrar halal yang dilakukan," jelasnya. 

Untuk melakukan ikrarhalal, lanjut Widodo, pelaku usaha harus mengisi beberapa borang. 

Setelah seluruh borang terisi, tim SPMHI akan melakukan pengecekan ke lapangan tentang kehalalan item-item produk yang diperdagangkan. 

Jika item atau bahan-bahan sudah sesuai standar halal, maka akan keluar sertifikat ikrar halal. 

Waktu yang dibutuhkan untuk proses ikrar halal juga relatif singkat, tergantung kesiapan para pelaku usaha.

Jika ada bahan yang harus diganti berdasarkan hasil supervisi, maka pendamping dari SMPHI akan memberikan arahan sehingga prosesnya menjadi cepat.

"Semua tergantung pelaku usaha. Bahkan ada juga yang satu hari langsung jadi. Ini karena syarat-syarat sudah terpenuhi, kemudian kita keluarkan. Kita di sini juga jemput bola, memberikan sosialisasi kepada pelaku usaha tentang hal pentingnya sertfikasi halal," paparnya. 

Pihaknya juga sudah bekerjasama dengan Lembaga Pendamping Proses Produk Halal (LP3H) yang merupakan pendamping langsung dari BPJPH. Awalnya SMPHI fokus pada pengurusan halal internal saja. 

Namun, seiring berjalannya waktu didukung oleh BPJPH, SPMHI sekarang juga tidak hanya mengurus halal internal saja tapi sertifikasi halal yang selama ini dikeluhkan banyak pelaku usaha karena sulit dijangkau dan biayanya mahal. 

"Bukan hanya ikrar halal di internal saja, tapi juga ke externalnya langsung BPJPH. Jadi bagaimana pelaku usaha yang kami dampingi, setelah sertifikat halal internal selesai, langsung mengurus serfikat halal. Jika halal internal lulus maka sertifikasi halal akan lulus," pungkasnya.

Untuk para pelaku usaha UMKM yang ingin mengurus sertifikat ikrar halal atau langsung mengurus sertifikasi halal bisa menghubungi nomor +62813-3367-3000 untuk informasi lebih lanjut mengenai tahapan dan pembiayaan resminya. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
sertifikasi halalbiaya sertifikasi halalCara Mengurus Sertifikat HalalLampu gantung kristal mewah

Berita Lainnya

Berita

Terbaru