Ada 164 Sapi di Kota Malang Terjangkit PMK, Dispangtan Imbau Masyarakat tidak Panik 

May 26, 2022 20:21
Petugas kesehatan dari Dispangtan Kota Malang saat melakukan pengecekan kesehatan sapi-sapi yang mengalami gejala Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di kawasan Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)
Petugas kesehatan dari Dispangtan Kota Malang saat melakukan pengecekan kesehatan sapi-sapi yang mengalami gejala Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di kawasan Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)

JATIMTIMES- Hewan ternak di Kota Malang tidak luput dari wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Bahkan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang mencatat sebanyak 164 sapi di Kota Malang yang telah terjangkit PMK.

Jumlah tersebut merupakan data yang telah direkap Dispangtan Kota Malang pada hari Kamis (26/5/2022). Terdapat tambahan sebanyak 14 kasus jika dibandingkan dengan hari Rabu (25/5/2022) yakni sebanyak 150 kasus sapi terjangkit PMK. 

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Dispangtan Kota Malang Anton Pramujiono mengatakan, sebanyak 164 kasus sapi yang terjangkit PMK tersebut tersebar di tiga kelurahan. 

"Update data sampai tanggal 26 Mei 2022, total kasus jadi 164 dengan rincian di Kelurahan Madyopuro 15, Kelurahan Cemorokandang 2, sisanya sebanyak 147 sapi di Kelurahan Purwantoro," ungkap Anton kepada JatimTIMES.com, Kamis (26/5/2022). 

Jumlah tersebut selaras dengan Kota Malang yang saat ini telah ditetapkan sebagai daerah tertular PMK. Hal ini merujuk pada keputusan Kementerian Kesehatan RI bahwa jika di dalam satu daerah terdapat uji lab yang menyatakan sapi positif PMK, maka daerah tersebut dinyatakan daerah tertular PMK. 

"Kalau kemarin awal sudah ada uji lab positif itu dinyatakan tertular, jadi nggak perlu uji lab lagi. Jadi kita sudah menjadi daerah tertular," terang Anton. 

Lebih lanjut, pihaknya mengimbau kepada para peternak sapi di Kota Malang agar terus menjaga kebersihan sapi dan apapun yang berkaitan dengan sapi. Pihaknya pun mengimbau agar para peternak tidak perlu panik. Karena PMK merupakan penyakit yang berbahaya namun dapat disembuhkan. 

"Kepada peternak diharapkan untuk kebersihan kandang, pembuatan sanitasi, penyemprotan desinfektan harus dilakukan setiap hari. Karena virus ini menularkan melalui cairan, baik itu air kencing, kotoran, melalui air liur, itu bisa tertanggulangi atau bisa diputus rantainya," jelas Anton.  

Selain itu, para peternak juga harus menambahkan asupan vitamin atau penguat tubuh sapi agar bersedia makan. Anton juga mengimbau kepada para peternak jika sapi-sapi yang dirawat mengalami penyakit berat, dipersilahkan untuk melaporkan ke Dispangtan Kota Malang. 

"Untuk masyarakat mohon tidak takut mengonsumsi daging (sapi) dan susu. Karena penyakit PMK ini tidak menular dari hewan ke manusia atau yang bersifat zoonosis," tutur Anton. 

Lebih lanjut, tahapan dalam melakukan pengobatan pada sapi yang terjangkit PMK, disebutkan Anton yang pertama akan diberikan antibiotik khusus hewan. Kemudian diberikan asupan vitamin serta obat anti tiretif agar sapi tidak mengalami demam tinggi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
razia satpol pp kota batudispangtan kota malanghukuman mati pengedar narkoba

Berita Lainnya

Berita

Terbaru