150 Sapi di Kota Malang Suspek PMK, Tersebar di 4 Kelurahan ini

May 25, 2022 14:19
Tim kesehatan dari Dispangtan Kota Malang sedang melakukan pemeriksaan terhadap sapi-sapi yang ada di kawasan Kelurahan Purwantoro, Kota Malang, Rabu (25/5/2022). (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)
Tim kesehatan dari Dispangtan Kota Malang sedang melakukan pemeriksaan terhadap sapi-sapi yang ada di kawasan Kelurahan Purwantoro, Kota Malang, Rabu (25/5/2022). (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang telah menyatakan sebanyak 150 sapi di Kota Malang terserang penyakit dan di diagnosis suspek Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). 

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Dispangtan Kota Malang Anton Pramujiono mengatakan, sebanyak 150 sapi yang suspek PMK tersebut tersebar di empat kelurahan yang berada di tiga kecamatan di Kota Malang. 

Untuk di wilayah Kecamatan Sukun ada Kelurahan Ciptomulyo, Kecamatan Kedungkandang ada Kelurahan Madyopuro dan Kelurahan Cemorokandang, serta Kecamatan Blimbing ada di Kelurahan Purwantoro. 

"Sampai hari ini ada 150 ekor sapi yang suspek (PMK). Paling banyak di Kampung Sanan, Kelurahan Purwantoro, karena di sana saja ada 114 ekor sapi suspek (PMK)," ungkap Anton kepada JatimTIMES.com, Rabu (25/5/2022).

Terkait jumlah 150 sapi yang suspek PMK tersebut masih bisa terus berkembang. Pasalnya, tim kesehatan dari Dispangtan Kota Malang terus melakukan pemeriksaan dan pendataan terhadap sapi-sapi ternak yang ada di Kota Malang.

"Sampai pagi tadi total 150 ekor (sapi suspek PMK). Kemarin yang sudah sembuh 9 ekor, yang lain juga ada yang sudah dipotong, ada 8 ekor sudah dipotong," tutur Anton. 

Penyuntikan obat untuk sapi.

Disinggung mengenai penularan penyakit tersebut, Anton mengaku masih belum dapat memberikan kesimpulan secara pasti terkait sumber penyebaran dari penyakit yang menyerang 150 ekor sapi tersebut. 

Namun, Anton juga memberikan peringatan bagi para pemilik atau pengelola peternakan sapi. Yakni harus mewaspadai pergerakan lalu lintas sapi yang masuk ke Kota Malang. Mulai dari sapi, kendaraan yang digunakan hingga mobilitas orang-orang dalam pengiriman sapi. 

Sementara itu, untuk tahap penanganan cepat, tim kesehatan dari Dispangtan Kota Malang langsung melakukan sosialisasi dengan melibatkan jajaran TNI/Polri terhadap pengelola peternakan sapi dengan jumlah penyumbang suspek PMK terbanyak, yakni di Kelurahan Purwantoro. 

Tidak berhenti di tahapan sosialisasi, tim kesehatan Dispangtan Kota Malang juga memberikan caranya desinfektan untuk disemprotkan ke kandang sapi. Hal itu untuk menjaga kebersihan kandang serta sapi itu sendiri. 

Selain itu, tim dokter Dispangtan Kota Malang juga turun tangan dengan memberikan pengobatan pada sapi yang terserang penyakit atau suspek PMK melalui penyuntikan obat atau melalui proses injeksi. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
razia satpol pp kota batuperedaran narkoba mojokertoKota Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru