Tanah Ambles Membentuk Danau dan Banjir Rob di Pesisir Pantai Tuban, Ini Kata BMKG

May 20, 2022 20:19
Kondisi amblesnya tanah membentuk danau kecil di Desa Tasikharjo, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban (20/5/2022) (Foto Ahmad Istihar/Jatim TIMES)
Kondisi amblesnya tanah membentuk danau kecil di Desa Tasikharjo, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban (20/5/2022) (Foto Ahmad Istihar/Jatim TIMES)

JATIMTIMES - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kabupaten Tuban dan Kabupaten Nganjuk meninjau amblesnya tanah yang membentuk danau kecil di Kabupaten Tuban. Tujuan kedatangan tim BMKG Jatim guna memastikan sebab-musabab fenomena amblesnya tanah sedalam 1,5 m dan lubang berdiameter 30 m yang berada di wilayah pesisir Desa Tasikharjo, Kecamatan Jenu yang merupakan daerah ring 1 perusahan pertamina. 

Menurut Kepala BMKG Geofisika Nganjuk Sumber Harto, amblesnya tanah menjadi kubangan air di Tuban disebabkan intensitas penggunaan pompa air submersible (pompa benam) atau akrab dikenal sibel di sekitar pesisir. Hal ini mengakibatkan air bawah tanah meluap dan menyedot permukaan tanah.

"Kalau dugaan sementara ada air bawah tanah meluap karena penyedotan (penarikan) dari pompa sumur," terangnya.

Walau begitu, Sumber Harto tidak mau berspekulasi sebelum tim BMKG Geofisika Nganjuk dan BMKG Meteorologi Tuban memastikan dari hasil survai dan kajian lebih detail oleh tim tersebut. Pasalnya, Jumat (20/5/2022) BMKG Nganjuk dan Tuban telah menerjunkan petugas beserta alat portable vibrator meter (alat ukur getaran) yang difungsikan di 3 titik sudut lokasi berbeda selama 30-40 menit. Alat ini untuk survai jenis tanah permukaan dan getaran dalam tanah. 

"Kami minta teman-teman media bersabar nanti malam baru bisa mengetahui hasil survai dan ilmiah yang dilakukan BMKG Nganjuk dan Tuban," jelasnya.

Untuk itu, Sumber Harto mengimbau warga di Kecamatan Jenu tidak panik adanya fenomena amblesnya tanah di kawasan pesisir. Pasalnya, hal itu bisa terjadi hanya di area atau spot-spot tertentu. 

"Masyarakat sementara tidak perlu panik. Karena ini terjadi hanya di spot-spot bukan karena sesar (gempa),''tandasnya.

Selain fenomena amblesnya tanah milik warga di Jenu, pada pekan ini di Kabupaten Tuban juga terjadi bencana alam seperti puting beliung sampai banjir di wilayah pesisir pantai Tuban. Menurut Kepala Stasiun BMKG Tuban Zem Irianto Padama menyampaikan, warga pesisir tetap mewaspadai banjir rob yang hampir terjadi di seluruh pesisir Jawa timur. 

Hal ini disebabkan fase bulan purnama bersamaan dengan jarak terdekat bulan ke bumi (Perigee). "Adanya full flower blood moon di mana posisi matahari, bumi, bulan berada garis sejajar dan berada pada jarak (peregee/perihelion) terdekat dengan bumi. Akibatnya, gravitasi bulan lebih kuat, memicu tarikan air pasang lebih tinggi yang menyebabkan rob," jelasnya.

Peregee tersebut berpotensi menyebabkan terjadinya peningkatan ketinggian pasang air laut maksimum yang lebih signifikan yang di prediksi pada 14 sampai 20 Mei 2022 dengan intensitas waktu berbeda ditiap wilayah. 

"Data water level dan prediksi pasang surut, banjir pesisir (rob) berpotensi di beberapa wilayah pesisir indonesia tanggal 14-20 Mei," sambungnya.

Zem Irianto Padama menambahkan, secara umum kondisi seperti itu tentu bisa mengganggu aktivitas keseharian masyarakat di sekitar pelabuhan dan pesisir, seperti aktivitas bongkar muat di pelabuhan, aktivitas di pemukiman pesisir, serta aktivitas tambak garam dan perikanan darat. 

"Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan siaga mengantisipasi dampak dari pasang maksimum air laut serta memperhatikan update informasi cuaca maritim dari BMKG," tutupnya. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Pengcab PBSI BlitarTanah AmblesBANJIR ROB

Berita Lainnya

Berita

Terbaru