Ekspor Minyak Goreng dan Bahan Baku Minyak Goreng Kembali Dibuka, Ini Penjelasan Menko Perekonomian

May 20, 2022 19:40
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat menjalani konferensi pers melalui zoom meeting (foto: tangkapan layar)
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat menjalani konferensi pers melalui zoom meeting (foto: tangkapan layar)

JATIMTIMES - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pencabutan larangan ekspor minyak goreng dan bahan bakunya didukung oleh dua faktor.

Kedua faktor tersebut adalah pasokan dan harga minyak goreng curah yang telah kembali stabil. Bahkan berdasarkan data pasokan semakin terpenuhi dan terjadinya tren penurunan harga di berbagai daerah.

“Untuk mempertahankan harga TBS petani rakyat maka bapak Presiden telah memutuskan untuk mencabut larangan ekspor pada tanggal 23 Mei atau hari Senin minggu depan,” kata Airlangga saat konferensi pers di Jakarta, Jum'at (20/5/2022).

Sejak adanya aturan pelarangan ekspor berlaku 28 April 2022, pemerintah telah melakukan langkah koordinasi serta evaluasi untuk melakukan pemantauan di lapangan. Hal itu sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan minyak goreng dengan dengan harga terjangkau di masyarakat.

Dari sisi kebutuhan dan pasokan kebutuhan minyak goreng curah dalam negeri mencapai 194.634 ton per bulan. Sedangkan sebelum dilakukan kebijakan pelarangan ekspor, pasokan minyak goreng curah pada Maret 2022 hanya mencapai 64.626,52 ton atau 33,2 persen dari kebutuhan per bulan.

“Setelah dilakukan kebijakan pelarangan ekspor, pasokan minyak goreng curah pada April meningkat menjadi 211.638,65 ton per bulan atau 108, 74 persen dari kebutuhan yang melebihi kebutuhan bulanan nasional,” tutur Airlangga.

Dilihat dari sisi stabilisasi harga, sebelum pelarangan harga minyak goreng curah terpantau mencapai Rp19.800 per liter. Namun sesudah pelarangan ekspor ini turun menjadi di kisaran Rp 17.200 sampai Rp 17.500 per liter.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan pencabutan kembali larangan ekspor produk minyak sawit termasuk minyak goreng dan Crude Palm Oil (CPO). Jokowi menilai kondisi pasokan dan harga minyak goreng saat ini sudah lebih baik. Jokowi juga mempertimbangkan adanya 17 juta orang tenaga di industri sawit petani dan pekerja dan tenaga pendukung lainnya.

“Maka saya memutuskan ekspor minyak goreng akan dibuka kembali pada Senin 23 Mei 2022,” papar Jokowi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Menko PerekonomianAirlangga Hartartoassesment uggminyak goreng

Berita Lainnya

Berita

Terbaru