Momentum Hari Kebangkitan Nasional ke-114, Pemkot Malang Tetapkan 47 Cagar Budaya

May 20, 2022 16:52
Wali Kota Malang Sutiaji bersama Wakil Walikota Malang Sofyan Edi Jarwoko serahkan penetapan cagar budaya kepada pengelola bangunan di Halaman Balaikota Malang, Jumat (20/5/2022). (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)
Wali Kota Malang Sutiaji bersama Wakil Walikota Malang Sofyan Edi Jarwoko serahkan penetapan cagar budaya kepada pengelola bangunan di Halaman Balaikota Malang, Jumat (20/5/2022). (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Tepat pada momentum Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-114 tahun, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menyerahkan berkas penetapan 47 cagar budaya secara simbolis kepada sembilan perwakilan pengelola cagar budaya di Halaman Balaikota Malang, Jumat (20/5/2022).

Sembilan cagar budaya yang menerima penyerahan penetapan secara simbolis dari Pemkot Malang yakni untuk kategori benda cagar budaya diserahkan kepada Hotel Tugu yang di dalamnya terdapat Prasasti Widodaren I, Prasasti Widodaren II dan Arca Adhi Kuranandin.

Lalu untuk kategori benda cagar budaya juga ada Yoni Mertojoyo dan kostum Busana Dara Puspita. Kemudian untuk kategori bangunan cagar budaya terdapat The Shalimar Boutique Hotel, Gereja Kristen Indonesia (GKI) Bromo, Sekolah Dasar Kristen Brawijaya dan Fendy's Homestay.

Dengan demikian, Kota Malang telah memiliki total 78 aset cagar budaya yang ditetapkan dalam rentang waktu tahun 2018-2022.  Sebelumnya pada tahun 2018 telah ditetapkan 31 cagar budaya termasuk di antaranya bangunan Balaikota Malang, Gedung Bank Indonesia, Gereja Ijen dan Sekolah Cor Jesu.

Dalam penyerahan penetapan 47 cagar budaya tersebut dihadiri langsung oleh Wali Kota Malang Sutiaji, Wakil Walikota Malang Sofyan Edi Jarwoko, Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Budi Hermanto, Dandim 0833/Kota Malang Letkol Kav Heru Wibowo Sofa, Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang Zuhandi, serta pimpinan lintas instansi lainnya.

Wali Kota Malang Sutiaji mengapresiasi tinggi kerja keras seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dalam upaya pelestarian aset penting Kota Malang. Salah satu yang juga berperan penting dalam penetapan cagar budaya yakni Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Malang.

"Ada perjuangan banyak pihak di balik upaya pelestarian aset sejarah kota kita tercinta. Alhamdulillah warisan yang tak ternilai ini semoga lestari untuk pembelajaran kita dan masa depan anak cucu. Untuk semua itu, terima kasih dari kami dan atas nama warga bumi Arema," ungkap Sutiaji, Jumat (20/5/2022).

Lebih lanjut, lahirnya regulasi Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2018 tentang Cagar Budaya di awal kepemimpinannya, menjadi tonggak penting pelestarian cagar budaya Kota Malang yang sempat tertunda beberapa dasawarsa.

Karenanya, pasca penetapan 47 cagar budaya ini, Sutiaji meminta jajarannya untuk terus berkolaborasi dengan TACB, akademisi, dunia usaha, dan berbagai elemen masyarakat untuk melanjutkan upaya perlindungan terhadap aset-aset sejarah lainnya.

"Kita tidak berhenti di sini, termasuk yang sudah ditetapkan tentunya ada peran kolaborasi semua pihak untuk turut menjaga bersama-sama," pungkas Sutiaji.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Kota MalangWali Kota Malang SutiajiCagar BudayaCagar Budaya Kota Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru