Ditunjuk sebagai Pilot Project, Kabupaten Malang Segera Punya Industri Pengolahan Sampah Plastik

May 18, 2022 19:40
Bupati Malang, HM. Sanusi usai penandatanganan nota kesepahaman program Bersih Indonesia.(Foto: Istimewa).
Bupati Malang, HM. Sanusi usai penandatanganan nota kesepahaman program Bersih Indonesia.(Foto: Istimewa).

JATIMTIMES- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang bakal segera memiliki industri pengolahan sampah plastik. Hal tersebut terdapat dalam program Bersih Indonesia yang merupakan buah dari kerjasama antara Pemkab Malang bersama Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Kemenko Marinvest) dan non governmental organization (NGO) The Alliance to End Plastic Waste.

Bupati Malang, HM. Sanusi mengatakan bahwa program Bersih Indonesia tersebut merupakan upaya untuk mencari solusi terbaik dalam pemusnahan sampah plastik. Sementara selama ini, upaya tersebut masih dilakukan melalui tempat pengolahan sampah reduce, reuse dan recycle (TPS3R). 

"Karena selama ini kita sudah mendirikan sampah, TP3SR dan ketika sampah plastik baru bisa dipilah dan disetorkan kepada pengepul," ujar Sanusi kepada awak media usai acara, Rabu (28/5/2022) sore. 

Nilai investasi yang diterima Kabupaten Malang dalam program tersebut adalah sebesar USD 29 juta. Dimana dalam pengaplikasiannya akan dirupakan ke dalam bentuk industri pengolahan sampah. Dan rencana tersebut juga diproyeksikan akan melibatkan 3.000 orang pekerja. 

"Dimana dalam bentuk proyek yang digulirkan itu adalah merupakan pabrik dan seluruh manajemennya beserta alat angkut untuk pengelolaan sampah plastik," imbuh Sanusi.

Industri pengolahan sampah tersebut nantinya akan dibagi dua. Yakni di Talangagung dan di sekitar wilayah Poncokusumo. Dengan begitu, diharapkan pengolahan sampah di Malang Raya, bisa tertangani dengan lebih baik. Baik dari segi penyelesaian atau pemusnahan akhir. 

Pemkab Malang sendiri menyiapkan sejumlah hal sebagai bentuk dukungan. Dukungan tersebut antara lain penyediaan lahan, manajemen, sumber daya manusia (SDM) dan regulasi yang akan diformulasikan melalui sebuah Peraturan Daerah (Perda). 

"Kita yang menyediakan seluas 2 hektare. Yang ketiga Pemkab Malang akan membuat regulasi yang masih akan digodog bersama DPRD dan jajaran terkait lainnya. Nanti sama dprd akan bikin perda. Dimana nanti masyarakat diwajibkan memilah sampahnya. Sampah organik, sampah plastik dan sampah metal," pungkas Sanusi. 

Sementara itu, Menko Marinvest, Luhut Binsar Panjaitan program yang ditempatkan di Kabupaten Malang ini telah disepakati menjadi program nasional. Dan sebagai pilot project pihaknya menunjuk Kabupaten Malang. 

"Untuk menyelesaikan masalah persampahan, sudah tidak bisa lagi dilakukan dengan cara yang biasa, tetapi harus dengan inovasi dan dilakukan dengan cara kolaborasi berbagai pihak," ujar Menko Luhut. 

Menurutnya, program tersebut juga harus bisa menggabungkan model pengelolaan sampah dengan prinsip ekonomi sirkular sehingga bisa meningkatkan nilai ekonomi sampah plastik, dan memfasilitasi pengembangan ekosistem hilir untuk mengambil daur ulang.

"Termasuk daur ulang bernilai lebih rendah) dari Kabupaten Malang dan mengubahnya menjadi bahan baru untuk industri," imbuh Menko Luhut. 

Presiden dan CEP The Alliance, Jacob Duer mengatakan, Program Bersih Indonesia Eliminasi Sampah Plastik ini adalah hasil pembelajaran yang diperoleh dari pelaksanaan proyek selama dua tahun terakhir. Pihaknya berkomitmen penuh untuk memastikan implementasi Tahap Satu yang kuat dan lancar di Malang.

"Kami sangat antusias untuk memulai program ini dan berharap dapat terus menjalin kerja sama yang erat dengan pemerintah pusat dan daerah, serta mitra proyek kami dan sektor swasta, untuk menghadirkan sistem pengelolaan sampah yang dapat mendukung pencapaian target Indonesia bebas sampah plastik," ujar Jacob.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
SanusiDaur Ulang Sampahgarasi umkm

Berita Lainnya

Berita

Terbaru