Dugaan Perdagangan Manusia, Polisi Dalami Kasus Warga Desa Ringinkembar yang Dibawa Orang Tak Dikenal

May 18, 2022 18:42
Kasatreskrim Polres Malang AKP Donny Kristian Baralangi.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).
Kasatreskrim Polres Malang AKP Donny Kristian Baralangi.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Jajaran Satreskrim Polres Malang masih terus melakukan penyelidikan pada dugaan kasus perdagangan manusia yang terjadi di Desa Ringinkembar, Kecamatan Sumbermanjing Wetan. Peristiwa tersebut menimpa warga Desa Ringinkembar berinisial NA (16). 

Kasatreskrim Polres Malang AKP Donny Kristian Baralangi menyebut bahwa pihaknya telah menerima laporan perihal peristiwa itu. Pihaknya juga masih mendalami keberadaan korban yang sudah meninggalkan rumah sejak Kamis (12/5/2022) lalu. 

"Saat ini kami lakukan penyelidikan terhadap korban. Keberadaanya di mana kalau laporannya terkait apa kami sedang dalami arahnya kemana," kata Donny, Rabu (18/5/2022).

Donny menyebut bahwa saat ini pihaknya belum menetapkan dua orang yang diduga membawa kabur NA dalam daftar pencarian orang (DPO). Sebab juga belum ada penetapan status tersangka. 

"Belum bisa kami tetapkan DPO. DPO terbit kalau ada tersangka," ujarnya.

Saat ini, pihaknya masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi, termasuk dari keluarga NA. Ada pula yang ke Surabaya untuk mencari keberadaan korban dan orang-orang yang membawa NA.

"Ya kami terkait mencari keberadaan informasi itu. Kami hanya mempunyai opsi saja ke Surabaya," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Desa Ringinkembar Moh Subaidi menjelaskan bahwa peristiwa tersebut bermula saat ada dua orang tak dikenal datang ke rumah NA pada Kamis (12/5/2022). Saat itu dua orang tersebut ditemui oleh orang tua NA. 

Kepada Subaidi, orang tua NA mengaku bahwa dua orang yang datang ke rumahnya tersebut mengatakan sedang mencari seseorang yang mau bekerja sebagai pembantu rumah tangga (PRT). Dengan iming-iming gaji sebesar Rp 2,5 juta per bulan. 

"Jadi mereka minta fotokopi KK, karena yang bersangkutan masih belum punya KTP (Kartu Tanda Penduduk). Mereka tidak memberi penjelasan detil soal pekerjaan. Hanya meninggalkan sebuah alamat di Blok F-7 nomor 29," ujar Subaidi. 

Selang beberapa jam setelah meninggalkan rumah, orang tua NA mengaku menerima telepon dari dua orang yang membawa pergi putrinya tersebut. Namun nomor telepon yang digunakan adalah nomor telepon milik NA. 

"Saat itu bilangnya (NA) sudah kerasan. Dan dua orang itu ngomong kalau peraturannya tidak boleh mengoperasikan HP," terang Subaidi. 

Merasa ada yang janggal, pihaknya pun berusaha menelusuri keberadaan NA bersama dua orang tersebut. SSaat mendatangi alamat yang diberikan, pihaknya tidak menemukan alamat tersebut. Saat itulah dirinya berinisiatif untuk melaporkan peristiwa yang dialami warganya ke pihak kepolisian. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Polres Malangdesa ringinkembarbarang kena cukai ilegal

Berita Lainnya

Berita

Terbaru