Jumlah Sapi Terindikasi PMK Bertambah Jadi 280, DPKH Pastikan Sapi yang Sembuh Meningkat

May 17, 2022 18:55
Plt Kepala DPKH Kabupaten Malang, Nurcahyo.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).
Plt Kepala DPKH Kabupaten Malang, Nurcahyo.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Malang mencatat ada kenaikan jumlah sapi yang terindikasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten Malang. Dari catatan DPKH, ada penambahan sebanyak 60 ekor sapi yang terindikasi PMK. 

"Ini laporan terkini dari wilayah Ngantang itu ada penambahan sekitar 60 ekor," ujar Plt Kepala DPKH Kabupaten Malang, Nurcahyo, Selasa (17/5/2022) sore.

Dari catatannya, dengan penambahan tersebut, hingga saat ini sudah ada sebanyak 280 ekor sapi di Kabupaten Malang yang terindikasi PMK. 

Namun begitu, menurutnya tingkat kesembuhan atau jumlah sapi yang sembuh dari gejala PMK juga semakin bertambah. Yakni sudah ada 26 ekor sapi yang tercatat sembuh. 

"Penyembuhannya sudah ada 26 ekor. Yang lain-lain itu laporannya indikasinya juga sudah membaik. Namun belum dilaporkan," terang Nurcahyo.

Di sisi lain, dirinya memastikan bahwa hingga saat ini dari ratusan sapi yang terindikasi PMK tersebut, tidak ada yang parah bahkan hingga harus dilakukan pemotongan paksa. 

"Sampai saat ini belum ada. Jadi malah cenderung membaik," imbuh Nurcahyo. 

Ia menjelaskan, jalur penyebaran wabah PMK ini ada tiga penyebab. Yakni dari ternak ke ternak lain, melalui manusia sebagai pembawa dan dari udara.

"Jadi bisa saja dari ketiga itu penyebarannya. Makanya kita ketat untuk pengendalian," jelas Nurcahyo. 

Untuk itu dirinya mengimbau agar masyarakat peternak tidak cemas. Terutama agar melindungu ternaknya dengan bio security dan bio safety. Seperti penyemprotan desinfektan dan pemberian vitamin bagi ternak.

Dirinya menegaskan bahwa virus tersebut tidak menular ke manusia. Dan kalau disembelih, daging ternak itu masih aman untuk dikonsumsi. Dengan catatan, daging yang akan dikonsumsi telah dipastikan keamanannya dari virus tersebut. 

"Jadi bagian-bagian yang kena itu dimusnahkan dan yang lain masih aman dikonsumsi. Jadi imbauannya, dijaga ternaknya agar tidak kena PMK," pungkas Nurcahyo. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
razia satpol pp kota batuNurcahyoKabupaten Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru