Di Kabupaten Malang, Lalu Lintas Ternak Sapi Dibatasi Sementara

May 15, 2022 19:26
Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat saat menyampaikan paparan terkait penanganan PMK. (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)
Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat saat menyampaikan paparan terkait penanganan PMK. (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Kabupaten Malang mulai memberlakukan pembatasan lalu lintas ternak sapi. Hal itu diterapkan untuk mengendalikan sebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) yang saat ini mulai merebak.

Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat mengatakan bahwa pembatasan tersebut memang harus dilakukan. Dan pembatasan itu berlaku sampai dengan proses monitoring wilayah yang diduga terindikasi PMK selesai.

“Dengan adanya Surat Edaran Bupati Malang Nomor 800/3699/35.07.201/2022 tersebut, kami terus melakukan pembatasan sementara mobilitas atau lalu lintas hewan ternak,” kata Ferli Hidayat.

Pembatasan lalu lintas hewan ternak ini berlaku untuk hewan yang akan datang di Kabupaten Malang ataupun sebaliknya. “Pembatasan bersifat sementara ini berlaku untuk hewan ternak dari Kabupaten Malang maupun dari luar daerah,” ungkap Ferli.

Ferli menuturkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Malang. Koordinasi juga dilakukan  dengan koramil dan polsek yang berbatasan wilayah luar Malang Raya.

“Penanganan tim bersama Dinas Peternakan. Polsek dan koramil juga berkoordinasi dengan Polres Batu karena ada tiga kecamatan di Kabupaten Malang yang masuk wilayah hukum Polres Batu,” tutur Ferli.

Bahkan, Ferli juga menjelaskan bahwa pihaknya telah bertemu dengan seluruh unsur terkait untuk menyamakan persepsi penanganan wabah PMK di Kabupaten Malang.

“Hari ini, kami melakukan pertemuan dengan seluruh unsur untuk menyamakan persepsi dalam penanganan PMK yang dimungkinkan terjadi di wilayah Kabupaten Malang,” kata Ferli.

Berdasarkan data, ada sebanyak 4 juta ekor hewan ternak sapi di wilayah Jawa Timur. Dari jumlah itu, tidak lebih dari 0,1 persen diduga terpapar PMK. Sementara di Kabupaten Malang tercatat ada 250 ribu ternak sapi potong dan 40 ribu sapi perah.

“Dari jumlah tersebut, ada beberapa hewan ternak diduga terpapar PMK, namun kami masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan apakah memang terjangkit PMK,” kata Ferli.

Terpisah Plt Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Malang Nurcahyo mengutarakan, ada sebanyak 155 ekor sapi diduga suspek PMK. Terbanyak ada di Kecamatan Ngantang yang masuk wilayah hukum Polres Batu.

“Khusus suspek PMK di wilayah hukum Polres Malang hanya enam ekor sapi. Kami bersama peternak sudah memberikan pengobatan,” tandas Nurcahyo.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Polres MalangKapolres Sampang AKBP ArmanLeny SuryaniAyam afkir

Berita Lainnya

Berita

Terbaru