Diduga Suspek PMK, Satu Sapi di Kota Malang Ditemukan Mati

May 13, 2022 11:26
Ilustrasi sapi yang ada di Kota Malang (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)
Ilustrasi sapi yang ada di Kota Malang (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Satu sapi ternak di Kota Malang terindikasi suspek Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Bahkan saat ini, satu sapi itu mati secara mendadak.

Sebagai informasi, sapi tersebut mati saat akan disembelih di Rumah Potong Hewan (RPH) Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tugu Aneka Usaha Kota Malang.

Kabid Peternakan Dispangtan Kota Malang, Anton Pramujiono membenarkan adanya satu sapi suspek yang mati. Sapi itu datang dari luar Kota Malang, namun Anton tidak mengatakan pasti daerah mana asal sapi. Sapi datang sekitar pukul 22.00 WIB, Selasa (10/5/2022) malam.

Anton pun mendapat laporan sapi itu mati pada Rabu (11/5/2022) pagi kemarin lusa. “Jadi kemarin siang ada tim yang menginformasikan ke kami ada sapi yang mati. Kami koordinasi dengan provinsi. Kemudian tim provinsi UPT Kesehatan hewan Pemprov Jatim yang ada di Pakis langsung meluncur bersama kami untuk mendiagnosa gejalanya seperti apa,” ujar Anton.

Dari hasil pemeriksaan, sapi yang mati memang ada gejala-gejala yang mengindikasikan PMK. Salah satunya seperti lendir hidung hingga keluar darah dan juga kerusakan di bagian gigi sapi.

“Akhirnya setelah diperiksa kami ambil sampelnya dan kami kirim ke Surabaya untuk dicek hasil labnya apakah PMK atau tidak,” terang Anton.

Satu sapi yang mati diduga suspek PMK itu saat ini telah dikubur. Akan tetapi sebelum dikubur, sapi itu dibakar. “Kemudian kami melakukan sosialisasi kepada jagal-jagal agar tidak mendatangkan sapi dari luar daerah seperti daerah wabah,” ujar Anton.

Selain satu sapi itu, di RPH Kota Malang juga ada dua sapi lainnya yang tersuspek dan mempunyai gejala PMK. “Dan sudah kami kirim sampelnya ke Surabaya untuk hasilnya akan menunggu selama dua tiga hari apakah positif atau tidak,” tutur Anton.

Saat ini, Anton menyarankan kepada RPH untuk menindaklanjuti kasus kematian sapi itu. Bahkan dua dokter hewan sudah diterjunkan di RPH.

“Jadi harus diperketat sapi-sapi yang masuk, lalu dilakukan disinfektan kepada orang-orang yang keluar masuk RPH maupun kendaraan yang masuk disinyalir mampu membawa PMK. Tujuannya untuk memutus rantainya seperti itu,” kata Anton.

Dengan adanya kematian satu sapi suspek itu, Anton juga telah melakukan pemeriksaan ke sapi-sapi yang diternak peternak Kota Malang. Sejauh ini, ada sekitar 2000-an sapi yang diternak di Kota Malang.

“Setelah kami pantai di empat kecamatan mulai dari Blimbing, Lowokwaru, Sukun, dan Kedungkandang tidak ditemukan ternak (tersuspek) PMK kemarin itu,” tutup Anton.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
razia satpol pp kota batukasus pmk di jatimKota Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru