Kota Malang Aman dari PMK, Surveilans Terus Digencarkan

May 11, 2022 17:26
Ilustrasi sapi (foto: istimewa)
Ilustrasi sapi (foto: istimewa)

JATIMTIMES - Kota Malang hingga saat ini masih terbilang aman dari penyebaran wabah yang baru-baru ini mencuat di Indonesia yakni Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak, seperti sapi, kerbau, kambing hingga babi.

Kabid Peternakan Dispangtan Kota Malang Anton Pramujiono mengatakan bahwa pihaknya sejauh ini tengah gencar melakukan surveilans kesehatan. Hal itu guna untuk melakukan pemantauan antisipasi sebaran wabah PMK.

Sebagai informasi, surveilans kesehatan sendiri merupakan kegiatan pengamatan yang sistematis dan terus menerus terhadap data dan informasi tentang kejadian penyakit atau masalah kesehatan.

“Kemarin kita ke Sentra Sanan dan tadi pagi kita ke Tlogowatu (melakukan surveilans). Hasilnya alhamdulilah belum ditemukan dan masih terkendali,” ujar Anton, Rabu (11/5/2022).

Wabah PMK sendiri pada hewan ternak sedang menjalar di wilayah Jawa Timur. Dari catatan Pemprov Jatim, setidaknya ada 1.247 ekor ternak sapi mulai ada di wilayah Kabupaten Gresik, Lamongan, Sidoarjo dan Mojokerto yang telah terjangkit PMK.

Kasus pertama, dilaporkan berada di wilayah Kabupaten Gresik di tanggal 28 April 2022 dengan jumlah kasus sebanyak 402 ekor potong sapi yang terjangkit PMK.

Syukurnya, di wilayah Kota Malang hingga saat ini wabah tersebut belum ditemukan. Maka, pihak Dispangtan Kota Malang meminta kepada setidaknya 300 peternak di Kota Malang untuk bisa melaporkan jika ditemukan gejala-gejala PMK.

“Populasi kita 2000-an hewan ya. Biasanya gejala itu demam panas, kepincangan hingga luka di mulut dan lidah. Jadi jika ada gejala PMK segera lapor ke dinas agar cepat tertangani dan menghindari penyebaran wabah,” ungkap Anton.

Di sisi lain, Dispangtan Kota Malang berencana bakal melakukan surveilans lanjutan di wilayah Kedungkandang, Kota Malang sebagai lokasi ternak terbanyak.

Anton juga meminta kepada para peternak untuk tidak mengeluarkan hewan ternaknya atau mengambil dari luar daerah Kota Malang. Hal ini untuk meminimalisir hingga wabah tersebut selesai teratasi. “Kita lokalisir pokoknya. Sementara tidak boleh dikeluarkan hewannya,” kata Anton.

Sementara, beberapa wilayah Jawa Timur untuk penjualan hewan sapi maupun daging sapi mulai merosot. Di Kota Malang dari pantauan sementara juga masih terbilang aman.

Hal itu, sesuai laporan dari beberapa tempat jagal yang tercatat Dispangtan Kota Malang dan terus dilakukan pemantauan pemasaran.

“Masih terkendali juga kalau harga. Kan kita ada himpunan yang anggotanya jagal itu, katanya masih normal dan terus kita pantau,” tutup Anton.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
surveilans kesehatandispangtan kota malangpagar rth roboh

Berita Lainnya

Berita

Terbaru