Dinas Peternakan Imbau Masyarakan Tak Cemaskan Wabah PMK pada Ternak

May 10, 2022 19:09
Ilustrasi peternakan sapi di Dau. (Foto: Istimewa).
Ilustrasi peternakan sapi di Dau. (Foto: Istimewa).

JATIMTIMES - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Malang mengimbau agar masyarakat tidak cemas terhadap wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang ternak beberapa waktu terakhir. Berdasarkan informasi yang dihimpun, wabah PMK telah menyerang sejumlah ternak di Sidoarjo, Mojokerto, Lamongan dan Gresik. 

Menurut Kepala DPKH Kabupaten Malang, Nurcahyo, penyakit yang menyerang hewan ternak itu disebut masih tergolong virus biasa. Sehingga, dirinya berharap masyarakat atau peternak tidak meenjadi cemas berlebihan untuk menyikapi hal tersebut. 

"Penyakit itu nampaknya virus biasa. Dan diobati bisa sembuh. Dan tidak menular ke manusia, namun mematikan hewan ternak, kalau parah. Seperti virus biasa kalau diobati bisa sembuh," ujar Nurcahyo. 

Lebih lanjut dirinya menjelaskan bahwa sebenarnya virus PMK bukan termasuk virus yang ganas. Meskipun memang bisa menyebar cukup cepat pada hewan ternak. Namun jika segera ditangani dengan segera, penyebaranya bisa ditekan. 

"Makanya waktu ada kabar beberapa daerah hewan ternaknya terjangkit PMK itu langsung tim dari Provinsi dan Dinas Peternakan itu turun untuk memberikan edukasi. Dan bagaimana langkah-langkah penanganannya. Jadi sekarang sudah edukasi ke kelompok-kelompok ternak," terang Nurcahyo. 

Selain itu, sebagai langkah antisipasi, pihaknya juga mengimbau agar peternak yang ada di Kabupaten Malang bisa pro aktif untuk mencegah mewabahya PMK tersebut. Yakni dengan menjaga kebersihan lingkungan kandang ternaknya masing-masing. 

"Jadi enggak perlu cemas. Pokoknya langkah-langkah antisipasi untuk mencegah. Ya sterilisasi kandang ternaknya, jangan banyak orang lalu lalang di sana," imbuh Nurcahyo. 

Di Kabupaten Malang sendiri dirinya memastikan bahwa hingga saat ini masih belum ada yang terjangkit wabah PMK ini. Meskipun sudah ada laporan yang masuk dari 3 kecamatan bahwa ada ternak yang terindikasi wabah tersebut. 

"Hingga saat ini yang sudah laporan, kalau yang ada indikasi agar segera diobati dan disteril. Itu yang ada laporan di Ngantang, Bululawang, Singosari juga ada laporan. Terjangkitnya masih skala kecil. Kalau memang sudah banyak ya diisolasi, dikarantina di kandangnya sendiri," pungkas Nurcahyo. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten MalangDPKH Kabupaten MalangSungai klutukkasus pmk di jatim

Berita Lainnya

Berita

Terbaru