Wabup Malang Imbau Masyarakat tidak Cemas Hadapi Hepatitis Misterius

May 09, 2022 15:42
Wabup Malang, Didik Gatot Subroto.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).
Wabup Malang, Didik Gatot Subroto.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Kondisi pergerakan Covid-19 yang cenderung sudah melandai, ternyata masih belum membuat masyarakat seutuhnya bisa tenang. Sebab dalam beberapa hari terakhir, beredar kabar adanya virus Hepatitis Akut misterius yang sedang beredar di masyarakat.

Menyikapi hal tersebut Wakil Bupati (Wabup) Malang Didik Gatot Subroto mengimbau masyarakat agar tidak cemas. Pasalnya hal tersebut dapat berdampak pada gairah masyarakat yang sudah mulai muncul untuk menggerakkan kembali aktifitas ekonomi yang sempat melesu akibat pandemi.

"Harapannya (masyarakat) tidak boleh cemas, karena saat ini semua elemen masyarakat sudah fokus untuk menggerakkan perekonomian. Kalau masyarakat cemas yang dikhawatirkan adalah perekonomian yang mulai normal bisa kembali melesu," ujar Didik.

Untuk itu, dirinya menyebut bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) dan meminta agar segera membuat surat edaran (SE). SE tersebut nantinya digunakan untuk sosialisasi kepada masyarakat melalu Camat, Kepala Desa hingga jajaran tenaga kesehatan (nakes) yang ada di lingkungan desa.

"Karena kita punya tenaga kesehatan yang luar biasa. Saat ini ada sebanyak 390 bidan desa, ada 390 perawat yang ada di desa dan itu mereka wajib hukumnya mensosialisasikan terhadap seluruh kader. Karena hepatitis ini yang diserang anak-anak, dan menjadi penting sebab mereka memiliki wilayah-wilayah yang aktif di posyandu," terang Didik.

Sehingga, dalam hal ini diharapkan Posyandu memiliki peranan yang penting dalam memberikan langkah-langkah antisipatif. Sementara itu, menurut Didik, di sisi lain nakes maupun kader yang ada di Posyandu juga masih berkewajiban untuk menjaga ketersediaan nutrisi bagi anak maupun bayi yang baru lahir agar tidak stunting. 

"Dan di sisi lain, bagaimana anak berusia 2 tahun sampai 10 tahun tidak terkena Hepatitis misterius ini. Yang diserang kan anak usia 1 sampai 10 tahun," imbuh Didik.

Hal tersebut diupayakan agar psikologis masyarakat yang sudah mulai kembali bergairah untuk menggerakkan ekonomi tidak terganggu dan kembali lesu. Sehingga dirinya menilai, Pemerintah Daerah (Pemda) beserta jajarannya hingga di tingkat desa berkewajiban untuk mensosialisasikan hal tersebut.

"Siapa yang mampu merubah itu semua, dirinya masing-masing. Maka melalui nakes, pejabat daerah sampai tingkat desa berkewajiban mensosialisasikan bahwa virus itu jangan sampai ke wilayah administratifnya Kabupaten Malang," pungkas Didik.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Didik Gatot SubrotoDaun putri malu

Berita Lainnya

Berita

Terbaru