Lonjakan Arus Wisatawan Dongkrak Potensi Pajak, Bapenda Kabupaten Malang: Tahun Ini Luar Biasa

May 07, 2022 15:14
Kepala Bapenda Kabupaten Malang Made Arya Wedhantara.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).
Kepala Bapenda Kabupaten Malang Made Arya Wedhantara.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Meningkatnya kunjungan wisatawan ke Kabupaten Malang pada momen libur Lebaran tahun ini, ternyata juga sedikit menjadi angin segar. Baik bagi masyarakat ataupun bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang.

Bagi masyarakat, meningkatnya kunjungan wisatawan secara tidak langsung juga bakal mengungkit perekonomian masyarakat. Terutama bagi para pelaku ekonomi di seputaran tempat pariwisata.

Sementara bagi Pemkab Malang, hal tersebut ternyata juga diperkirakan berdampak pada perolehan pajak dari sektor wisata. Salah satunya potensi perolehan pajak dari tiket porporasi dari masing-masing pengelola wisata.

Apalagi menurut Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Malang Made Arya Wedanthara, ada sejumlah pengelola wisata yang meminta tambahan tiket porporasi. Sebab stok tiket yang sebelumnya sudah habis terjual.

Beberapa potensi pajak dari porporasi tiket wisata yang telah dihimpun oleh Bapenda adalah seperti Pantai Regent, di mana dengan porporasi 150 ribu lembar tiket, terdapat potensi pajak sebesar Rp 150 juta.

Kemudian Pantai Selok Banyu Meneng, dengan tiket yang sudah dikeluarkan sebanyak 20 ribu lembar, potensi pajak yang dimiliki yakni sebesar Rp 44 juta. Lalu Pantai Goa Cina yang memiliki potensi pajak sebesar Rp 210 juta. Ketiga tempat wisata tersebut dikelola oleh Perum Perhutani KPH Malang.

Sementara itu, beberapa tempat wisata yang dikelola oleh Perumda Jasa Yasa juga memiliki potensi serupa. Seperti Pantai Balekambang dengan tiket porporasi yang sudah dikeluarkan sebanyak 110 ribu lembar, Bapenda mencatat ada potensi pajak sebesar Rp 220 juta.

Sedangkan untuk Pantai Ngliyep, terdapat potensi pajak sebesar Rp 75 juta dari 50 ribu lembar tiket dan Pemandian Dewi Sri, terdapat potensi pajak sebesar Rp 10 juta.

"Untuk potensinya sangat meningkat jika dibandingkan dengan tahun lalu. Karena dua tahun lalu sangat sepi," ujar Made.

Hingga saat ini pihaknya masih menginventarisir potensi pajak yang kemungkinan dapat diperoleh dari tempat wisata lain. Sembari menunggu laporan dari masing-masing pengelola wisata untuk realisasinya.

"Kalau realisasinya masih menunggu pelaporan dari pengelola wisatanya masing-masing. Tapi kalau potensinya memang jauh banget dari dua tahun kemarin. Kalau tahun ini luar biasa," pungkas Made.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
bapenda kabupaten malangLonjakan Wisatawanwisata kenjeran park

Berita Lainnya

Berita

Terbaru