Pengungsi Konflik Sampang Dijemput Pulang, KSP: Bukti Masyarakat Toleran

May 01, 2022 12:39
Penjemputan pengungsi konflik Sampang di Rusunawa Jemundo Sidoarjo, Jumat 29 April 2022 lalu. (Foto: KSP)
Penjemputan pengungsi konflik Sampang di Rusunawa Jemundo Sidoarjo, Jumat 29 April 2022 lalu. (Foto: KSP)

JATIMTIMES - Kantor Staf Presiden (KSP)  mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang, yang telah melakukan penjemputan pengungsi konflik Sampang.

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Rumadi Akhmad mengatakan, penjemputan dan pemulangan mantan pengikut aliran Syiah tersebut sudah mempertimbangkan berbagai hal, termasuk penerimaan sosial masyarakat Sampang.  "Penjemputan pengungsi konflik Sampang ini menjadi bukti adanya penerimaan sosial masyarakat," kata Rumadi,  Minggu (1/5). 

Sebelumnya, Bupati Sampang Slamet Djunaidi bersama Forkopimda  Sampang melakukan penjemputan dan pemulangan pengungsi korban konflik Sampang yang sudah tinggal selama 10 tahun di Rusunawa Jemundo, Sidoarjo, Jumat 29 April 2022 lalu. 

Penjemputan dan pemulangan ini dilakukan secara bertahap. Kali ini, penjemputan dilakukan terhadap sebanyak 53 jiwa dengan rincian 14 kartu keluarga (KK). 

Rumadi memastikan, penjemputan tahap pertama ini akan diikuti tahap-tahap berikutnya dengan mempertimbangkan kesiapan semua aspek. 

Menurut Rumadi, pemerintah pusat maupun daerah akan terus bekerja untuk mengakhiri pengungsian yang disebabkan konflik keagamaan. "Bukan hanya pengungsi akibat konflik Sampang, tapi juga di berbagai tempat yang lain," ujar dia. 

Rumadi juga menjelaskan, Kantor Staf Presiden sebelumnya ikut mengawal penyelesaian konflik Sampang yang terjadi pada 2012 lalu. Di antaranya dengan memfasilitasi kementerian/lembaga bersama pemda dan tokoh agama, dalam percepatan penyelesaian konflik. "Termasuk juga mengawal proses baiat  pada 2020 lalu," pungkas Rumadi. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Konflik keagamaanbandana mahalPemkab Sampangberita sampang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru