Pembatasan Semakin Longgar, Disnaker-PMPTSP Kota Malang Bekali Puluhan PMI yang Hendak Berangkat ke Negara Penempatan

Apr 29, 2022 14:08
Puluhan Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) saat mendapatkan pembekalan dari Disnaker-PMPTSP Kota Malang dan BP2MI, Rabu (23/3/2022) lalu. (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)
Puluhan Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) saat mendapatkan pembekalan dari Disnaker-PMPTSP Kota Malang dan BP2MI, Rabu (23/3/2022) lalu. (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Dengan melandainya kasus Covid-19 di sejumlah negara penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI), membuat pembatasan semakin longgar. Hal itu membuat para PMI dapat kembali berangkat bekerja ke negara penempatan di kawasan Asia Pasifik. 

Merespons hal tersebut, Dinas Tenaga Kerja, Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker-PMPTSP) Kota Malang terus memberikan pembekalan terkait peraturan perundang-undangan ketenagakerjaan, prosedur penempatan PMI dan perlindungan PMI yang berangkat ke negara penempatan. 

Pengantar Kerja Ahli Muda Disnaker-PMPTSP Kota Malang Eka Yudha Sudrajad menjelaskan, dalam sistem yang ada, sejak tanggal 1 Januari hingga 28 April 2022 sudah ada 35 PMI yang telah mendapatkan negara penempatan kerja. 

"Sudah mulai banyak, beberapa hari ke belakang sudah mulai berangkat. Karena di negara penempatan itu sudah buka. Kemarin yang pulang karena deportasi dan lain-lain, sekarang sudah mulai lumayan yang berangkat," ungkap Yudha kepada JatimTIMES.com, Kamis (28/4/2022). 

Bahkan, Disnaker-PMPTSP pada Rabu (23/3/2022) lalu memberikan pembekalan materi terkait produk hukum dan perlindungan PMI kepada sebanyak 35 CPMI dari Kota Malang. Mulai dari karantina hingga pemberangkatan ke negara penempatan. 

Berdasarkan catatan yang diterima JatimTIMES.com, sejak tanggal 1 Januari hingga 28 April 2022, terdapat 35 PMI yang berangkat ke negara penempatan, terdiri dari 10 laki-laki dan 25 perempuan. 

Dari 35 PMI tersebut, sebanyak 14 orang ke Taiwan, 17 orang ke Hong Kong dan 4 orang ke Singapura. Untuk jenjang pendidikannya pun beragam. Untuk lulusan SD sebanyak 11 orang, lulusan SMP sebanyak 9 orang, lulusan SMU sebanyak 3 orang dan lulusan SMK sebanyak 12 orang. 

"Biasanya kalau yang cepat (berangkat), kalau dia sudah dapat majikan itu cepat ya. Tapi kalau belum dapat majikan itu biasanya nanti ya mungkin berangkat habis lebaran. Nunggu mereka dapat majikan dulu," ujar Yudha.

Sementara itu, terkait kepulangan PMI ke Kota Malang, Yudha mengatakan sudah lama tidak ada. Hal itu disebabkan terjadi kelonggaran pembatasan selama pandemi Covid-19 yang semakin hari semakin menurun di negara-negara penempatan PMI. Seperti Taiwan, Hong Kong, Singapura hingga Malaysia. 

"Kalau sekarang mereka sudah mulai aktif normal lagi, otomatis kan dipekerjakan lagi. Cuma yang pulang itu normal, semisal habis kontrak atau memperpanjang paspor cuma itu. Kalau yang gelombang deportasi sudah nggak ada, karena sekarang sudah mulai normal lagi di negara penempatan Asia Pasifik," pungkas Yudha. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Disnaker PMPTSP Kota MalangKota Malangkota malang kota layak anakPemerintah Kota Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru