Pemkot Malang Tambal 105 Ruas Jalan Berlubang dengan Anggaran BTT Rp 16,4 Miliar

Apr 26, 2022 18:21
Wali Kota Malang Sutiaji (mengenakan sarung) bersama Kepala DPUPRPKP Kota Malang Diah Ayu Kusumadewi saat meninjau penambalan jalan berlubang di Jalan Veteran, Kota Malang, Selasa (26/4/2022) dini hari. (Foto: Tubagus Achmad/ JatimTIMES)
Wali Kota Malang Sutiaji (mengenakan sarung) bersama Kepala DPUPRPKP Kota Malang Diah Ayu Kusumadewi saat meninjau penambalan jalan berlubang di Jalan Veteran, Kota Malang, Selasa (26/4/2022) dini hari. (Foto: Tubagus Achmad/ JatimTIMES)

JATIMTIMES - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang telah berkomitmen memberikan kenyamanan masyarakat melalui percepatan penambalan jalan berlubang. Setidaknya berdasarkan pendataan yang dilakukan, terdapat 105 ruas jalan di Kota Malang yang menjadi sasaran penambalan.

Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan, anggaran insidentil yang di dalamnya juga untuk pemeliharaan jalan sebesar Rp 3,8 miliar telah terserap seluruhnya. Akhirnya, untuk percepatan penambalan jalan berlubang, Pemkot Malang menggunakan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT).

Di mana untuk BTT Pemkot Malang yang sebelumnya disiapkan untuk penanganan Covid-19 sebesar Rp 84 miliar tidak terpakai. Pasalnya, pandemi Covid-19 di Kota Malang terus mengalami penurunan angka kasus positif Covid-19. 

Akhirnya, mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) RI Nomor 77 Tahun 2020 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan Daerah.

"Di sana ada klausul BTT bisa digunakan ketika untuk perawatan aset jalan dan sarana prasarana yang rusak. Jadi ada dua klausul. Ada yang ketika bencana, tidak harus melalui RKA di masing-masing OPD. Kalau ada tanah longsor atau bencana itu langsung bisa ambil BTT. Tetapi ketika demikian (untuk pembenahan jalan) harus masuk ke DPA nya OPD pengampu," jelas Sutiaji kepada JatimTIMES.com, Selasa (26/4/2022).

"Total ada 105 ruas jalan. Nominal uangnya Rp 16,4 miliar. Iya (itu diambilkan dari BTT yang Rp 84 miliar) jadi clear mas," imbuh Sutiaji.

Penambalan jalan berlubang.

Kemudian, di Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) Tahun 2022 juga berniat mengajukan kembali untuk perbaikan jalan kepada DPRD Kota Malang. Namun, dirinya berharap sudah tidak ada lagi keluhan di masyarakat mengenai jalan berlubang.

"Di tahun 2023 seharusnya ada Rp 250 miliar kita inventarisir kebutuhan untuk (pemeliharaan) jalan di Kota Malang. Tapi karena kekuatan keuangan di tahun 2023 kan kita bagi separuhnya atau sepertiganya nanti di PAK nanti tahun 2022 ini sudah kita selesaikan. Harapannya demikian, sehingga tahun 2023 ke (penanganan) yang lain," terang Sutiaji.

Lebih lanjut, dalam mempercepat penambalan jalan berlubang, Pemkot Malang juga terus meningkatkan kinerja dari para petugas di lapangan untuk melakukan penambalan jalan berlubang.

Orang nomor satu di Pemkot Malang itu mengatakan, akan menerapkan kerja ekstra untuk para petugas di lapangan. Yakni sejak beberapa hari yang lalu hingga tanggal 30 April 2022 malam. Hal itu dilakukan untuk mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas dan memberikan kenyamanan berkendara bagi masyarakat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
penambalan jalanPemkot Malangjalan berlubang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru