Awal Puasa Ramadan Berbeda, Lebaran 2022 Kemungkinan Bersamaan

Apr 26, 2022 15:13
Ilustrasi (Foto: yabiladi.ma)
Ilustrasi (Foto: yabiladi.ma)

JATIMTIMES -Hari Raya Idul Fitri 1443 H atau Lebaran 2022 ada kemungkinan akan jatuh pada hari yang sama. Seperti diketahui, PP Muhammadiyah telah menetapkan Lebaran akan digelar pada 2 Mei 2022. Lantas mengapa awal puasa Ramadan berbeda tapi Lebaran mungkin bersamaan?

Profesor riset astronomi-astrofisika, Pusat Riset Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Thomas Djamaluddin memberikan penjelasan mengenai penyebab awal bulan Ramadan yang berbeda. Dalam hal ini, Thomas menyebut kriteria yang digunakan pemerintah dan Muhammadiyah memang berbeda.

"Pada 1 April tinggi bulan hanya sekitar 2 derajat dan elongasi (jarak sudut bulan-matahari) sekitar 3 derajat. Muhammadiyah, yang menggunakan kriteria wujudul hilal, menganggapnya sudah masuk Ramadan karena bulan sudah di atas ufuk, jadi 1 Ramadan 2 April. Tetapi NU dan pemerintah menganggapnya belum memenuhi kriteria, jadi 1 Ramadan 3 April," ujar Thomas. 

Sedangkan hilal Idul Fitri 1443 diprediksi sudah di atas 3 derajat dan elongasi sekitar 6,4 derajat. Dengan demikian, Lebaran 2022 kemungkinan akan digelar bersamaan. 

Sementara, Kemenag akan menggelar sidang isbat penentuan Idul Fitri 1443 H pada 1 Mei 2022 petang. Secara hisab, posisi hilal di Indonesia pada saat sidang isbat disebut sudah memenuhi kriteria baru yang ditetapkan MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura).

"Di Indonesia, pada 29 Ramadan 1443 H yang bertepatan dengan 1 Mei 2022 tinggi hilal antara 4 derajat 0,59 menit sampai 5 derajat 33,57 menit dengan sudut elongasi antara 4,89 derajat sampai 6,4 derajat," kata Dirjen Bimas Islam Kemenag Kamaruddin Amin dalam keterangan tertulis, Senin (25/4/2022). 

"Artinya, secara hisab, pada hari tersebut posisi hilal awal Syawal di Indonesia telah masuk dalam kriteria baru MABIMS," tambah Kamaruddin.

Berdasarkan kriteria baru MABIMS, imkanur rukyat dianggap memenuhi syarat jika posisi hilal mencapai ketinggian 3 derajat dengan sudut elongasi 6,4 derajat. Kriteria ini adalah pembaruan dari kriteria sebelumnya, yaitu 2 derajat dengan sudut elongasi 3 derajat yang mendapat masukan dan kritik.

Lebih lanjut, ia mengatakan pemerintah akan menyelenggarakan sidang isbat dengan menggunakan metode hisab dan rukyat. Posisi hilal Syawal akan dipresentasikan oleh Tim Unifikasi Kalender Hijriah yang selanjutnya menunggu laporan rukyat dari seluruh Indonesia.

Sidang isbat rencananya akan digelar di Auditorium HM Rasjidi Kementerian Agama. Sidang akan didahului proses pengamatan hilal yang dilakukan di 99 titik lokasi di seluruh Indonesia. 

Hasil keputusan sidang isbat akan disampaikan dalam konferensi pers yang ditayangkan secara langsung. Jika benar hilal sudah terlihat pada tanggal 1 Mei 2022, Idul Fitri akan digelar pada Senin (2/5/2022). 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Hari Raya LebaranMenabungKemenag RI

Berita Lainnya

Berita

Terbaru