Cegah Munculnya Intoleran, Lesbumi NU Wonosari Ajak Pemuda 'Nyantri Sewengi'

Apr 24, 2022 18:21
Kegiatan Nyantri Sewengi Bersama Lesbumi NU Wonosari.(Foto: Istimewa).
Kegiatan Nyantri Sewengi Bersama Lesbumi NU Wonosari.(Foto: Istimewa).

JATIMTIMES - Lembaga Seniman Budayawan Muslimin Indonesia (Lesbumi) Nahdlatul Ulama (NU) Wonosari turut memeriahkan momen Bulan Ramadan 1443 H kali ini. Hal tersebut dilakukan dengan menggelar kegiatan yang bertajuk 'Nyantri se-wengi Bersama Lesbumi Wonosari'. Kegiatan digelar selama dua hari, yakni pada 23 April dan berakhir tanggal 24 April 2022.

Peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut juga berasal dari berbagai kalangan usia. Mulai usia SMP, mahasiswa, hingga yang sudah berumah tangga. Kurang lebih ada sebanyak 150 peserta yang datang dan mayoritas peserta adalah dari Organisasi Pasuska SMP Negeri 1 Kromengan termasuk alumninya. 

Kegiatan tersebut dikemas dalam bentuk perkemahan, namun sarat dengan kegiatan keagamaan. Menurut Ketua Lesbumi NU MWC Wonosari, Joko Susanto, kegiatan itu dimaksudkan untuk memberi rangsangan bagi generasi muda agar lebih mengetahui betapa pentingnya ilmu agama di samping pendidikan formal.

"Terutama untuk menghadapi kondisi zaman seperti sekarang, dan betapa pentingnya menumbuhkan rasa kebersamaan serta toleransi sebagai pemeluk agama maupun sebagai rakyat Indonesia," ujar pria yang akrab disapa Jack ini. 

Kegiatan Nyantri Sewengi Bersama Lesbumi NU Wonosari.(Foto: Istimewa).

Selain itu menurutnya, Lesbumi harus dapat hadir sebagai jawaban di tengah kebingungan generasi muda dalam menentukan arah dan pegangan hidup. Terutama untuk menghindari tumbuhnya sifat intoleran di kalangan generasi muda. 

"Sikap itu sangat membahayakan keutuhan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia)," imbuh Jack. 

Kegiatan tersebut diisi dengan sejumlah aktifitas seperti buka bersama, salat jamaah, tarawih, tadarus Al quran, memasak, live akustik, sahur, Ngaji Kitab dan sebagainya. Kegiatan di lakukan di "Langgar Pring", tepatnya di Dusun Selobekiti, Desa Plandi, Kecamatan Wonosari. 

Di sisi lain menurutnya, metode dakwah secara langsung kepada generasi muda adalah setidaknya memenuhi tiga syarat. Tempat, penyampai materi, dan materinya harus menarik. Kemudian ketiga hal itu seharusnya sangat bisa dipenuhi oleh Lesbumi.

"Salah satu contohnya adalah dalam kegiatan ini, karena pesertanya adalah anak muda yang juga mayoritas mengikuti Gerakan Pramuka, maka Lesbumi NU Wonosari menyuguhkan Live akustik dan juga materi kajiannya adalah Dhasa dharma dalam perspektif Islam," terangnya. 

Untuk itulah, dirinya menilai peserta juga mengikuti jalannya kegiatan dengan begitu antusias hingga usai acara. Dirinya berharap bahwa semua peserta mengambil banyak manfaat melalui kegiatan tersebut. 

"Semoga kegiatan ini membawa manfaat menebalkan rasa toleransi bagi seluruh peserta dan secara meluas kepada kelangsungan berbangsa dan bernegara," pungkasnya. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
lesbumi nahdlatul ulamaNahdlatul Ulamalomba esport

Berita Lainnya

Berita

Terbaru