Himpaudi dan GTT di Kota Batu Terima Jaminan Kematian Rp 42 Juta, Program Diacungi Jempol Penerima

Apr 22, 2022 15:01
Direktur Keuangan BPJS Ketenagakerjaan Asep Rahmat Suwandha saat menyerahkan santunan kepada ahli waris peserta BPJS Ketenagakerjaan. (Foto: Irsya Richa/JatimTIMES).
Direktur Keuangan BPJS Ketenagakerjaan Asep Rahmat Suwandha saat menyerahkan santunan kepada ahli waris peserta BPJS Ketenagakerjaan. (Foto: Irsya Richa/JatimTIMES).

JATIMTIMES - BPJS Ketenagakerjaan memberikan santunan kepada 6 warga di Kota Batu. Santuan yang diberikan tersebut merupakan jaminan kematian sebesar Rp 42 juta yang masing-masing diberikan kepada pedagang pasar pagi dan Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) Kota Batu.

Secara simbolis santunan itu telah diberikan oleh Direktur Keuangan BPJS Ketenagakerjaan Asep Rahmat Suwandha yang jauh-jauh dari Jakarta terbang untuk Safari Ramadan ke Masjid Baiturrahman, Desa Beji, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Rabu (13/4/2022).

Pemberian santunan itu pun disambut ucapan syukur oleh para penerima. Terlebih, sebagai para pekerja dengan risiko yang tinggi memang dipandang perlu adanya jaminan yang mengikat.

Hal tersebut salah satunya diungkapkan Paristina, ahli waris almarhum Wiyono Hadi yang merupakan pedagang di Pasar Pagi. Almarhum sudah lama menjadi peserta Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.

Bagi Paristina, bantuan yang diberikan tersebut cukup membantu keluarganya nantinya. “Hal seperti ini tidak ada yang menginginkan, namun semua sudah kehendak Allah. Tetapi program seperti ini bagus untuk membantu keluarga kelak,” ucap Paristina yang juga merupakan pedagang daging ini.

BPJS-Ketenagakerjaan-77d4b9aac656348b8.jpg

Karena itu, ke depan Paristina juga berkomitmen untuk turut menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. “Sudah disosialisasikan oleh Ketua Pasar Pagi, karena itu saya mau ikut,” imbuh Paristina.

Keinginannya ikut lantaran pekerjaannya yang membuatnya harus berangkat malam cukup berisiko. “Saya berangkatnya kerja malam, jadi menurut saya penting ikut BPJS Ketenagakerjaan untuk melindungi,” tambah Paristina.

Di sisi lain, Ketua Paguyupan Pasar Pagi Kota Batu Rubianto menambahkan, pedagang pasar pagi yang sudah terlindungi BPJS ketenagakerjaan lebih dari 50 persen dari jumlah 1097 orang, atau sebanyak 455 pedagang. “Kami jajaran pengurus pedagang memang berupaya untuk mensosialisasikan,” ucap Rubianto. 

BPJS-Ketenagakerjaan-8e49113d29d634816.jpg

Para pegadang tersebut ikut dalam Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM) juga Jaminan Hari Tua (JHT). Saat ini, pihaknya pun terus berupaya mensosialisasikan kepada para pedagang yang belum terdaftar. 

Menurutnya menjadi peserta jaminan sosial ini sangat penting di tengah profesi mereka. “Kami terus melakukan sosialisasi yang berkaitan dengan manfaat BPJS ketenagakerjaan yang sangat bermanfaat,” tambah Rubianto. 

Bahkan, pihaknya berupaya dengan mencari donasi untuk membayarkan premi bulan pertama untuk pedagang yang belum punya kesadaran untuk mendaftarkan dirinya. “Dengan cara ini mereka lebih mudah untuk diajak melanjutkannya,” imbuh Rubianto. 

BPJS-Ketenagakerjaan-99cc7a9132a51e087.jpg

Senada, Nawal Adi yang merupakan anak sekaligus ahli waris Supiyati, guru yang tergabung dalam Himpaudi Kota Batu juga menyampaikan syukurnya setelah menerima santunan sebesar Rp 42 Juta. Dia berharap, santunan tersebut dapat bermanfaat di kemudian hari.

"Program yang bagus, semoga bisa membawa manfaat,” ujar Nawal.

Almurmah Supiyati sendiri memang merupakan satu dari ribuan Guru Tidak Tetap yang ada di Kota Apek tersebut. Kepesertaan almarhumah bermula dari Dinas Pendidikan Kota Batu yang mendaftarkan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, setidaknya pada 2021 silam. Pendaftaran dan pembayaran seluruhnya dari Pemkot Batu.

BPJS-Ketenagakerjaan-10708ec9f50ffd4ec9.jpg

“Karena GTT ini setiap bulannya mendapatkan insentif, di dalamnya terdapat fasilitas lain-lain. Salah satunya jaminan kecelakaan kerja dan kematian,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, Eny Rachyuningsih. 

Sehingga, seluruh GTT yang tergabung dalam HIMPAUDI otomatis mendapatkan jaminan sosial tersebut. Dengan demikian jika terjadi kecelakaan kerjaan atau kematian bisa diklaimkan.

“Karena sudah menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan jika mengalami hal tersebut, walaupun tidak diinginkan, bisa mengeklaim yang akan ditindaklanjuti,” tambah Eny.

BPJS-Ketenagakerjaan-676bd824f9a00eb28.jpg

Selain Himpaudi, seluruh GTT di Kota Batu mulai jenjang TK/RA, SD/MI, SMP/MTS, SMA/SMK juga mendapatkan jaminan sosial. Karena ini merupakan komitmen Pemkot Batu.

Sementara itu, Direktur Keuangan BPJS Ketenagakerjaan Asep Rahmat Suwandha mengimbau kepada masyarakat, khususnya warga Kota Batu untuk menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Dengan jaminan perlindungan itu akan mempermudah ke depannya. 

“Berharap semakin banyak pekerja di Batu mendapat perlindungan, kami tidak mengharapkan kecelakana kerja, kematian. Namun perlindungan kecelakaan kerja, program jaminan hari tua juga penting,” harap Asep.

Sedangkan untuk merangkul pekerja non formal, Pemkot Batu kapur ni sudah memiliki program yang ada dalam DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial). Tercatat pekerja yang ada kini berjumlah kurang lebih 3178 orang.

“Pemkot Batu akan menambah terus jumlah warga yang tercover BPJS Ketenagakerjaan khususnya bagi pekerja non formal. Pemkot Batu memberikan BPJS Ketenagakerjaan ini menggunakan dana CSR,” kata Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko (ADV).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
BPJS KetenagakerjaanData Terpadu Kesejahteraan SosialWali Kota BatuDewanti Rumpoko

Berita Lainnya

Berita

Terbaru