Rohimah, Penjaga Rutan KPK yang Dibilang Gila hingga Hampir Dipukul Koruptor

Apr 22, 2022 09:07
Rohimah, penjaga rutan KPK (Foto: Screenshot)
Rohimah, penjaga rutan KPK (Foto: Screenshot)

JATIMTIMES - Dalam rangka memperingati Hari Kartini pada Kamis (21/5/2022) kemarin, perempuan pegawai KPK menyampaikan pengalaman menariknya selama mengabdi di lembaga antirasuah tersebut. Salah satunya yaitu petugas pengawal tahanan (waltah) KPK bernama Rohimah

Dalam ceritanya, Rohimah mengaku hampir dipukul oleh tahanan. Dalam video yang KPK yang beredar, Rohimah menyampaikan pengalaman saat bekerja di dalam rumah tahanan (rutan) para koruptor tersebut.

Hal itu menjadi tantangan tersendiri bagi Rohimah karena biasanya rutan didominasi oleh para pria. "Selama bekerja di rutan, yang paling keinget banget pas kalau lagi ribut, ribut sama tahanan," ujar Rohimah dalam video peringatan Hari Kartini KPK, Kamis (21/4/2022).

Pengalaman yang tentu tak bisa dilupakan Rohimah yakni saat ia menegur tahanan yang kedapatan membawa alat pemutar musik. Ia mengaku hampir dipukul. 

"Saya nggak kasih, dia mau memukul saya, di situlah kesabaran kita yang benar-benar harus diuji banget. Saya bukannya takut, saya bukan tipe penakut. Kalau saya nggak mikir saya pekerja, saya berani sama dia, tapi kan, 'oh iya saya bekerja di KPK' dan saya di sini sebagai pengamanan harus bisa mengendalikan diri," papar Rohimah yang tidak menyebut tahanan tersebut. 

Rohimah juga sempat bersitegang dengan salah satu keluarga tahanan yang ingin membawa kue ulang tahun ke dalam rutan. Hingga akhirnya, saat itu Rohimah mengamankan kue tetapi keluarga tidak terima.

"Pernah saya ribut sama anggota keluarga pada saat kunjungan tahanan, dulu kan masih offline, belum online, belum ada COVID, anaknya itu mau membawa makanan ke dalam, tapi kan aturan di rutan nggak boleh bawa makanan ke dalam," jelas Rohimah. 

Rohimah lalu diteriaki dengan sebutan yang tidak menyenangkan. Bahkan ia sempat akan dipukuli oleh keluarga tahanan itu.

Beruntungnya saat itu masih ada petugas lain yang melerai. "Saya dibilang gila, dibilang ke rumah sakit jiwa," kata Rohimah.

"Tempat sampah ditendang, saya mau dipukuli. Untung ada teman saya," tambah Rohimah. 

Rohimah pun sempat tidak tahan dan ingin mengundurkan diri dari pekerjaan waltah KPK yang sudah dijalaninya sejak 2013. Rohimah menyebut dirinya sering diremehkan dan dianggap sebagai asisten rumah tangga.

Namun Rohimah, menerima pekerjaannya sebagai salah satu cara untuk mengendalikan diri. Sering kali ia mendapat perlakuan yang tak mengenakkan karena para tahanan yang sejatinya memiliki jabatan menganggapnya sebelah mata.

Di sisi lain, Rohimah mengaku bangga dengan profesinya sebagai waltah KPK. Hal itu karena tidak banyak perempuan yang berprofesi sepertinya. 

Ia mengaku memiliki peran dan status yang setara dengan waltah laki-laki. Menurutnya, profesi ini adalah tantangan yang bisa dihadapinya.

Dalam peringatan Hari Kartini, Rohimah juga menyampaikan pesan untuk para perempuan Indonesia. Menurutnya, perempuan harus berjuang dan tangguh demi keluarga dan bangsa.

"Kalau untuk pesan buat perempuan Indonesia, jadilah wanita yang tangguh, jangan cengeng, karena di dalam zaman sekarang seperti saat ini apalagi masih wabah pandemi COVID, kita harus benar-benar kuat. Kita harus tangguh berjuang buat keluarga, berjuang buat bangsa, berjuang buat KPK," tutup Rohimah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Hari Kartinijisoopegawai kpkKPK

Berita Lainnya

Berita

Terbaru