5 Bahan Pokok di Kota Batu Alami Peningkatan Permintaan 10 Persen Selama Ramadan

Apr 21, 2022 20:13
Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko saat sidak di tempat relokasi Pasar Kota Batu beberapa saat lalu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko saat sidak di tempat relokasi Pasar Kota Batu beberapa saat lalu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

JATIMTIMES - Bulan Ramadan sudah memasuki hari ke-18. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Batu mencatat, terdapat lonjakan kebutuhan bahan pangan di Kota Apel ini hingga 10 persen. Meski ada peningkatan, Pemkot Batu menjamin ketersediaan bahan pangan terutama di 15 bahan pokok masih dalam taraf aman.

Dari data DPKP Kota Batu, ada lima besar stok bahan pokok yang mengalami kenaikan permintaan. Antara lain beras yang diperkirakan kebutuhan konsumsi mencapai 1.750,02 ton. Sementara, ketersediaan stoknya masih sebesar 1.925,02 ton.

Kedua, sayur mayur dengan ketersediaan stok mencapai 1.221,18 ton dengan rasio kebutuhan sebesar 1.110,16 ton. Ketiga stok buah-buahan masih ada sebanyak 646,12 dengan prediksi kebutuhan sebanyak 587,38 ton.

Keempat, stok kedelai, ketersediaan stok sebesar 246,46 ton dengan prediksi kebutuhan sebanyak 224,05 ton. Kelima, minyak goreng dengan ketersediaan sebesar 204,27 ton dengan prediksi kebutuhan sebesar 185,70 ton.

Volume ketersediaan sejumlah bahan pokok pangan ini dihimpun dari survey pasar yang dilakukan numerator pangan yang melakukan monitoring ketersediaan pangan secara berkala dua hari selama sepekan.

Sekretaris DPKP Kota Batu, Heru Yulianto mengatakan, sejak kasus aktif Covid-19 mengalami penurunan, mulai terdapat kenaikan kebutuhan bahan pokok. Meski demikian pihaknya menjamin ketersediaan bahan pangan terutama di 15 bahan pokok masih aman.

“Kami tetap menjamin ketersediaan bahan pangan hingga jelang lebaran nanti masih aman. Tidak akan sampai terjadi kelangkaan stok dengan harga yang meroket,” ucap Heru.

DPKP menjamin ketersediaan bahan pangan terutama di 15 bahan pokok seperti jagung, gula, bawang merah, bawang putih, cabai besar, cabai rawit, daging sapi dan ayam, susu, hingga telur ayam aman. Namun ketersediaan stok yang masih sedikit ada pada bawang putih. Stoknya ada 37,08 ton, sementara prediksi kebutuhan sebesar 33.91 ton.

”Dari stok yang kita punya, itu proyeksinya bisa bertahan hingga 3-6 bulan ke depan. Tapi memang kalau untuk saat ini, minyak goreng masih jadi masalah. Itu tidak terjadi hanya di sini saja, itu jadi masalah nasional,” imbuh Heru.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Kota Batustok pangan kota batustok pangan kota batu

Berita Lainnya

Berita

Terbaru