Sejarah Tradisi Pemberian THR dan Angpao kepada Anak-Anak yang Ternyata Masih Berhubungan

Apr 29, 2022 10:01
Ilustrasi (Foto: IST)
Ilustrasi (Foto: IST)

JATIMTIMES - Tradiri THR (tunjangan hari raya) dan angpao untuk anak-anak ternyata tidak bisa dipisahkan dari kebiasaan orang Indonesia yang suka memberikan rezeki lebih saat merayakan sesuatu.

Tentu saja, yang lebih dikenal sebelumnya ialah bagi-bagi tunjangan hari raya untuk kalangan pegawai. Namun, kebiasaan itu rupanya merembet ke kalangan antara orang tua dan anak-anak.

Sejarah THR awalnya hanya diberikan untuk PNS dan bersifat sebagai persekot (uang muka). Mereka yang meminta persekot harus mencicil pelunasan dengan cara memotong gaji.

Sedangkan untuk tradisi membagikan uang atau angpao kepada anak-saat Lebaran, menurut Kepala Program Studi Indonesia Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia  Sunu Wasono, sudah ada sejak lama.

Sunu mengatakan, kebiasaan bagi-bagi angpao saat Lebaran adalah bentuk semangat berbagi dari orang yang punya rezeki lebih. Perlu diketahui, dalam Islam sendiri telah diajarkan untuk memuliakan satu sama lain dan berbagi.

"Itu wujud perhatian dan kepedulian yang semuanya dilandasi oleh kasih sayang. Bagi uang kepada anak juga merupakan bagian dari kasih sayang," tutur Sunu. 

Tradisi bagi-bagi uang kepada anak-anak juga dianggap sebagai bentuk hadiah karena mereka sudah berpuasa selama satu bulan. Dengan begitu, mereka dinilai akan lebih giat untuk menjalankan ibadah puasa tahun selanjutnya.

Sunu menjelaskan, ada kemungkinan bahwa sejarah bagi-bagi THR dan angpao kepada anak-anak dipengaruhi dari budaya China yang memberikan angpao saat Tahun Baru Imlek.

Dilansir melalui National Library Board Singapura, angpao (ang pow) berasal dari bahasa Hokkien. Angpao memiliki sebutan lain yaitu hongbao. Angpao ini berarti sebagai hadiah berupa uang yang dibungkus dalam amplop warna merah.

Lantas kenapa amplop warna merah? Warna merah sendiri adalah tradisi China yang mengandung nilai filosofis sebagai simbol keberuntungan, kehidupan, dan kebahagiaan. Sehingga, angpao atau hongbao diberikan sebagai harapan atau doa baik untuk penerimanya.

Menurut sejarah, di era Dinasti Song pada abad ke-12, memberikan uang, atau yang disebut li shi dalam bahasa Kanton, sudah menjadi norma. Angpao di era Dinasti Song diberikan orang tua untuk anaknya. Kemudian kepada para penabuh gong dan gendang di tahun baru, serta dari tuan kepada budaknya. 

Saat ini, baik pemberian THR maupun angpao semakin meluas.  Tidak cuma seperti tradisi yang disebutkan di atas. Namun angpao juga diberikan kepada karyawan, orang yang membutuhkan, dan sebagainya.

Berawal dari sejarah THR dan angpao untuk anak-anak, kini keduanya menjadi ungkapan simbolis untuk menyatakan perhatian, penghargaan, rasa syukur, dan sebagainya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Salam tempel LebaranTunjangan Hari RayaBagikan Angpao

Berita Lainnya

Berita

Terbaru