Demo Buruh Minta Jokowi Copot Mendag Lutfi soal Kasus Mafia Minyak Goreng

Apr 21, 2022 09:32
Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi (Foto: IST)
Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi (Foto: IST)

JATIMTIMES - Ratusan buruh disebut akan melakukan aksi demo dalam rangka memperingati Hari Buruh atau May Day 1 Mei 2022. Terdapat sejumlah tuntutan yang akan disuarakan pada aksi demo yang diikuti sekitar 300 buruh tersebut. 

Massa aksi nantinya berasal dari organ buruh, petani, nelayan, guru honorer, miskin kota, buruh migran, PRT, Urban Poor Consortium (UPC) atau konsorsium miskin kota.

Rencananya, mereka akan demo di depan kantor KPU dengan 2 tuntutan, yakni pemilu jujur dan adil, serta tolak politik uang (money politik).

Kemudian, para buruh akan melakukan longmarch dari KPU ke Bundaran HI dengan membawa 2 isu. 

Pertama yaitu, meminta turunkan harga-harga bahan pokok. Hal itu meliputi kasus ekspor minyak goreng yang menyeret Dirjen Perdagangan Luar Negeri. Meminta agar Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi dicopot atas terungkapnya kasus ekspor minyak goreng, meminta subsidi minyak goreng curah diubah ke subsidi minyak goreng kemasan yang sehat, serta menolak BLT minyak goreng karena dianggap tidak jelas peruntukannya.

"Isu yang kedua selain turunkan harga bahan pokok, di Bundaran HI adalah tolak Omnibus Law. Kami minta Menteri Koordinator Perekonomian tidak membuat kegaduhan kembali," ujar Presiden Konferensi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal dalam konferensi pers virtual, Rabu (20/4/2022).

Said menilai DPR 'main-main' karena membuat revisi Undang-Undang Nomor 12 tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan (UU PPP). Pihaknya akan melawan, karena UU PPP dianggap akan menjadi pintu masuk untuk memuluskan revisi UU Cipta Kerja.

Said juga mengaku mendapatkan informasi bahwa revisi UU Cipta Kerja akan selesai pada Juni 2022 mendatang. "Kami akan menolak, melakukan perlawanan dan seperti yang lalu mogok nasional akan digelar kembali 3 hari bilamana Undang-undang Cipta Kerja disahkan," kata Said. 

Serikat buruh akan melakukan demo meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencopot Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi. Permintaan itu dilatarbelakangi dengan terungkapnya kasus ekspor minyak goreng yang melibatkan Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan.

Said mengatakan Dirjen Perdagangan Luar Negeri dan 3 pengusaha minyak goreng yang dijadikan tersangka oleh Kejaksaan Agung (Kejagung), membuktikan terjadinya kenaikan harga minyak goreng akibat mafia atau kartel.

"Partai buruh dan organ serikat buruh mendesak agar Menteri Perdagangan dicopot karena selalu menyatakan ada mafia-mafia tidak bisa disentuh atau untouchable, ternyata dirjennya. Itu menunjukkan mengendalikan internal Kementerian Perdagangan saja Menteri Perdagangan tidak mampu, harus dicopot," cetu Said. 

Selepas melakukan aksi demo di di Bundaran HI, buruh akan melanjutkan aksi ke kantor Kemendag. Pihaknya juga mendesak kasus ekspor minyak goreng diusut sampai ke akar-akarnya oleh Kejagung. 

Bahkan menurutnya KPK perlu ikut menangani kasus tersebut agar masalah minyak goreng dan CPO bisa dibongkar secara tuntas. Selain itu, Partai Buruh dan organ serikat buruh pada hari buruh internasional 1 Mei 2022 akan menyuarakan agar Presiden Jokowi, dengan hak prerogatif-nya mencopot Menteri Perdagangan dan memeriksa dirjen-dirjen yang lain.

Oleh sebab itu, Jokowi diharap bisa memerintahkan Jaksa Agung hingga KPK mulai menginvestigasi dan memeriksa dirjen-dirjen yang lain di Kementerian Perdagangan agar disapu bersih jika terbukti terlibat.

"Pada saat May Day tidak menutup kemungkinan setelah dari Bundaran HI kami menuju Kementerian Perdagangan," tambah Said. 

Mendag berpotensi untuk diperiksa

Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Febrie Adriansyah menyampaikan pihaknya saat ini masih terus mendalami kasus mafia minyak goreng. Nantinya, pihaknya akan memanggil sejumlah pihak yang dianggap mengetahui perkara tersebut.

Termasuk, Mendag Lutfi jika dibutuhkan untuk mendalami perkara tersebut.

"Kita lihat hasilnya lah. Ini kan berkembang terus nih, siapa di penyidikan akan kita panggil," kata Febrie. 

Lebih lanjut, Febrie memastikan pihaknya tak akan pandang bulu untuk memeriksa siapa pun yang terlibat dalam kasus mafia minyak goreng ini. Termasuk, jika ada keterlibatan Lutfi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
mafia minyak gorengSejarah mudikDemo BuruhMay Day

Berita Lainnya

Berita

Terbaru