Makam Janti Terendam Banjir, Sungai Kawasan Kayutangan Heritage Meluap

Apr 19, 2022 20:29
Tampak batu nisan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Janti yang terendam air luapan Sungai Janti akibat hujan deras yang mengguyur Kota Malang, Selasa (19/4/2022). (Foto: Dok. JatimTIMES)
Tampak batu nisan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Janti yang terendam air luapan Sungai Janti akibat hujan deras yang mengguyur Kota Malang, Selasa (19/4/2022). (Foto: Dok. JatimTIMES)

JATIMTIMES - Hujan deras mengguyur Kota Malang sejak pukul 12.00 WIB dan hingga pukul 19.00 WIB hujan belum berhenti, Selasa (19/4/2022). Hal itu membuat banyak ruas jalan mengalami banjir hingga setinggi lutut orang dewasa. 

Mulai dari kawasan Jalan Soekarno-Hatta, Jalan Letjen S Parman, Jalan Ahmad Yani, Jalan Simpang Gajayana, Jalan Kalpataru, Jalan Kedawung, hingga jalanan di Kecamatan Sukun terendam banjir. 

Kawasan Kayutangan Heritage juga tak luput dari terjangan banjir. Sungai yang melintas di tengah kawasan Kayutangan Heritage di Kelurahan Kauman meluap sehingga menyebabkan banjir di ruas gang-gang Kayutangan Heritage.

Selain itu,  Tempat Pemakaman Umum (TPU) Janti yang berada di Jalan Janti Selatan, Kecamatan Sukun, Kota Malang juga terendam banjir. Alhasil, banyak makam yang hanya tampak batu nisan. Tidak sedikit juga yang terendam seluruhnya hingga tidak tampak lagi batu nisan dari makam tersebut. 

Salah satu warga di sekitar TPU Janti, yakni M Atim (57), mengatakan, bahwa terendamnya puluhan makam di TPU Janti disebabkan oleh air sungai di samping makam yang meluap karena intensitas hujan deras yang berlangsung sejak siang hingga sore hari tidak kunjung reda. 

"Ini udah sering. Kalau di daerah utara hujan, makam yang dekat sungai itu kelelep (terendam). Kalau hari ini tadi itu sudah banjir sejak jam 12.30 tadi," ujar Atim.

Dari pantauan di lapangan, memang antara TPU Janti dengan sempadan sungai tidak terdapat pembatas berupa dinding. Hal itu juga yang membuat mudahnya air yang meluap fan merendam puluhan makam di TPU Janti. 

"Dulu itu malah pernah makam habis diurug terus hujan dan tanah liatnya ikut tergerus air banjir. Akhirnya makam siapa gitu nggak tahu, hilang," terang Atim yang kesehariannya berjualan singkong di dekat TPU Janti. 

Atim juga merasa kasihan melihat puluhan makam yang terendam banjir di TPU Janti. Pasalnya, para keluarga almarhum dan almarhumah setiap waktu sering ziarah dan merawat makam-makam yang saat ini terendam banjir. 

Atim yang kerap kali menyaksikan puluhan makam ketika hujan deras terendam banjir telah menyarankan kepada pemerintah setempat agar melakukan pembenahan berupa pembangunan dinding pembatas antara makam dengan sempadan sungai di samping makam. 

"Sudah saya usulkan, tapi sampai sekarang nggak ada pembenahan. Dikasih dinding lah setidaknya supaya nggak kerendam kayak gini," pungkas Atim. 

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang Alie Mulyanto mengatakan, pihaknya masih belum mendapatkan informasi perihal puluhan makam di TPU Janti yang terendam banjir. 

"Sementara ini laporan masih sama, tetap di 18 titik yang menjadi langganan plus di Sawojajar  tambahannya. Tapi sekarang sudah landai. Kalau terkkait makam (terendam), saya coba ke sana," ucap Alie. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Makam terendam banjirTPU JantiHotel D'BagrafBPBD Kota Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru