BNPB Waspadai Potensi Banjir 18 April 2022, Sejumlah Daerah Diminta Siaga Termasuk Malang Raya

Apr 18, 2022 10:48
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

JATIMTIMES- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang terus melakukan upaya kesiapsiagaan terhadap potensi munculnya bencana. Hal tersebut juga menyusul analisa data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dengan Impact Based Forecast (IBF), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan INARisk. 

Pasalnya, berdasarkan analisa tersebut ada sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk di Kabupaten Malang yang perlu diwaspadai akan potensi banjir yang terjadi pada 18 April 2022. Di Provinsi Jawa Timur, daerah yang perlu diwaspadai adalah Malang Raya yang meliputi Kabupaten Malang, Kota Malang dan Kota Batu. Serta Kabupaten Madiun. 

"Itu peringatan keluar dari BNPB. Untuk kesiapsiagaan daerah. Jadi data info dari BMKG disandingkan dengan INARisk BNPB. Akan menghasilkan analisa tersebut yang digunakan untuk peringatan dini," ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, Senin (18/4/2022). 

Berdasarkan analisa tersebut, di Kabupaten Malang tercatat ada 14 kecamatan yang dinilai perlu waspada, karena merupakan daerah dengan tingkat historikal banjir tertinggi berdasarkan DIBI (Data Informasi Bencana Indonesia).

Keempat belas kecamatan tersebut adalah Kecamatan Poncokusumo, Wajak, Bululawang, Kepanjen, Ngajum , Wagir, Pakisaji, Tajinan, Tumpang, Pakis, Jabung, Lawang, Singosari dan Karangploso. Untuk itu, BNPB meminta kepada setiap Pemerintah Daerah (Pemda) yang masuk ke dalam daftar tersebut untuk mengambil langkah antisipasi dan kesiapsiagaan. 

Yakni dengan memantau kondisi terkini lapangan dan menyebarkan informasi peringatan (curah hujan, tinggi muka air) dan potensi wilayah terdampak, koordinasi dengan stakeholder dalam penyiapan tim siaga bencana dan sumberdaya, mengidentifikasi tempat pengungsian termasuk infrastruktur pengungsian sesuai protokol kesehatan, mengidentifikasi kebutuhan logistik dan peralatan, memastikan alat peringatan dini berfungsi dengan baik, memastikan ketersediaan rambu dan jalur evakuasi.

"Kalau Malang kan statusnya masih siaga. Jadi ya tetap terbangun untuk kesiapsiagaannya terhadap peringatan dini itu," imbuh Sadono.

Selain itu masyarakat juga diminta untuk mengambil langkah antisipatif dan siap siaga dengan Menyiagakan tim siaga bencana (Memantau kondisi terkini lapangan, melakukan koordinasi dengan aparatur Desa, mempersiapan evakuasi), menyimpan barang penting ke tempat aman, membatasi aktivitas di luar rumah, jika berada di luar rumah hindari pohon besar, baliho, dan saluran air gorong-gorong, menyiapkan tas siaga (makanan, minuman, obat, uang, pakaian, dokumen berharga dll), tetap melakukan 3M (Memakai masker, Menjaga jarak, Mencuci tangan dengan sabun).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
BPBD Kabupaten Malangsadono irawan

Berita Lainnya

Berita

Terbaru