Maju Pilrek, Mantan Dekan FEB UB Usung Visi dan Misi Strategis Ini

Apr 14, 2022 21:19
Mantan Dekan FEB Prof Candra Fajri Ananda SE MSc PhD kala menjalani tes kesehatan (Ist)
Mantan Dekan FEB Prof Candra Fajri Ananda SE MSc PhD kala menjalani tes kesehatan (Ist)

JATIMTIMES - Pemilihan rektor Universitas Brawijaya (UB) Periode 2022-2027 kini telah sampai pada penetapan bakal calon rektor. Salah satu bakal calon potensial adalah mantan Dekan FEB Prof Candra Fajri Ananda SE MSc PhD.

Mengusung visi dan misi strategis, profesor berusia 57 ini ingin mengabdi dan memberikan perubahan lebih baik kepada UB yang merupakan salah satu kampus terbaik di Indonesia.

"Dengan pengalaman saya selama ini, saya ingin memberikan sesuatu dan saya merasa bisa memberikan sesuatu. Orientasi saya ingin mengabdi memberikan yang terbaik untuk UB,"  ujar Prof Candra  Kamis malam (14/4/2022).

Menurut dia, UB saat ini telah baik. Tetapi, akselerasi diperlukan untuk kian meningkatkan recognize yang lebih baik lagi secara nasional maupun internasional. Tahap awal, pihaknya akan menata struktur organisasi yang ada dengan transformasi organisasi yang lebih baik.

Hal ini sangat penting. Sebab jika ingin maju, tentunya harus ada support dan kekompakan untuk berlari bersama melangkah lebih baju dalam upaya pengembangan lembaga.

"Saat ini UB telah PTN BH, maka perlu efisiensi dan perubahan-perubahan yang mengarah untuk bisa berlari dengan cepat," tutur pria yang pernah menjadi anggota  FGD untuk pembahasan RUU BI tersebut.

Prof Candra menambahkan, Indonesia memiliki cita-cita besar mewujudkan Indonesia Emas di 100 tahun kemerdekaan. Pada tahun 2045, Indonesia diprediksi memiliki sumber daya manusia yang berlimpah dengan jumlah penduduk di kisaran 318,9 juta yang 70 persen di antaranya merupakan penduduk usia produktif.

Oleh karenanya, Indonesia diprediksi menjadi salah satu dari 5 aktor kekuatan ekonomi dunia dengan capaian pendapatan per kapita sekitar USD 23.199.

Namun, visi Indonesia Emas 2045 ini dihadapakan pada tantangan dinamika global menuntut semua elemen, termasuk dunia pendidikan, khususnya perguruan tinggi, untuk terus berbenah agar mampu mencetak generasi masa depan Indonesia yang berdaya saing internasional dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

Perguruan tinggi menjadi kunci di dalam menyiapkan SDM yang unggul dan berdaya saing tinggi melalui kontribusi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang diwujudkan melalui tridharma perguruan tinggi. Dan, UB turut memikul peran penting tersebut.

Menurut Prof Candra, status PTNBH menuntut UB untuk melakukan transformasi di segala aspek; SDM, tata Kelola organisasi, kualitas pendidikan, penelitian, dan tentu saja pengabdian kepada masyarakat. Selain itu, UB dituntut melakukan transfer knowledge melalui penggunaan teknologi informasi dan media digital agar membawa dampak luas di tingkat nasional maupun internasional.

"Tentu saja UB tidak dapat melakukannya sendiri. Rumah besar UB akan semakin kokoh dengan dukungan dari pelaku bisnis, masyarakat, pemerintah, media masa, dan lembaga keuangan (hexahelix)," jelas ketua  Ikatan Ekonom Indonesia Malang periode 2015-2018 ini.

Untuk mewujudkan kolaborasi tersebut, dibutuhkan kepemimpinan yang kuat, berwawasan luas, jejaring yang luas, humanis, religius, berpengalaman, dan berintegritas.

Kombinasi kekuatan internal UB dan potensi eksternal tersebut diwujudkan dalam kemitraan strategis (strategic partnership) akan memberikan keuntungan bagi UB dalam meningkatkan kemandirian, meningkatkan kualitas riset dan inovasi yang berdampak luas bagi masyarakat dan lingkungan hidup, serta menunjang keberlanjutan UB di masa yang akan datang.

"Cita cita besar UB tersebut merupakan bentuk sumbangsih UB dalam mewujudkan Indonesia Emas di tahun 2045," pungkas pria yang menjadi anggota dewan ahli bidang ekonomi dan keuangan Provinsi Jawa Timur periode 2007-2009 tersebut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Prof Candra Fajri AnandaRapat tidak kourumUniversitas Brawijaya Malangrekto ub

Berita Lainnya

Berita

Terbaru