UIN Malang Mengabdi untuk Dampingi Masyarakat Sekitar Kampus, Usung Tema 'Living Sunnah'

Apr 14, 2022 15:25
Program Pengabdian Masyarakat yang bernama ‘Qaryah Thayyibah (Smart Village) Tahun 2022 (Foto: Ist for JatimTIMES)
Program Pengabdian Masyarakat yang bernama ‘Qaryah Thayyibah (Smart Village) Tahun 2022 (Foto: Ist for JatimTIMES)

JATIMTIMES - Momentum Ramadan banyak diisi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang dengan beberapa kegiatan bermanfaat. Seperti halnya kegiatan Program Pengabdian Masyarakat yang bernama ‘Qaryah Thayyibah (Smart Village) Tahun 2022.

Program yang dilaksanakan kampus Islam berlogo Ulul Albab ini, sekaligus bagian dari bentuk tanggung jawab sosialnya mengambil peran nyata dalam pendampingan masyarakat.

Program ini berada di bawah naungan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) UIN Maliki Malang yang telah menerjunkan para dosen dan sejumlah mahasiswa ke Kelurahan Merjosari. Konsep yang diusung bertema Living Sunnah.

"Konsep Living Sunnah ini bertujuan menjadikan nilai-nilai agama yang diajarkan dalam hadits-hadits Nabi menjadi nyata dan hidup di tengah-tengah masyarakat. Sehingga Sunnah Nabi bukan lagi sebatas teks tetapi menyatu dalam nafas nadi aktifitas masyarakat Merjosari," jelas Muh Faruq dosen sekaligus ketua tim pengabdian.

Lebih lanjut dijelaskannya, jika dengan kegiatan ini diharapkan masyarakat dampingan di Kelurahan Merjosari memiliki pemahaman keagamaan yang baik dan benar. Serta dapat mengaplikasikan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari. Dengan begitu, akan tercipta kehidupan masyarakat yang religius dan moderat.

"Selain itu, agar (masyarakat) dapat berkontribusi menampilkan agama sebagai rahmat bagi semesta, rahmatan lil alamin," tuturnya.

Kegiatan Living Sunnah itu dilakukan mulai awal Ramadan hingga dijadwalkan sampai pada hari ke-20 dalam bentuk pembinaan kajian kitab Hadis Bulughul Maram karya Ibnu Hajar Al-Asqalani (w.852H/1449M). Pembinaan dan juga pendampingan masyarakat dilaksanakan di masjid Raden Rahmat Kelurahan Merjosari, mulai pukul 16.30 sambil menunggu waktu berbuka.

"Pendampingan kepada masyarakat dilakukan untuk membantu menemukan relevansi maknanya di kehidupan nyata sehingga dapat diaplikasikan dalam sikap dan tindakan," jelasnya.

Sementara itu, Tim pengabdian sengaja memilih masjid sebagai basis kegiatan agar masjid bisa berfungsi dan tidak hanya digunakan sebelum tempat ibadah, tetapi juga tempat membina dan mengajarkan nilai-nilai kebaikan sebagaimana yang juga dilakukan di zaman Nabi Muhammad SAW.

"Antusiasnya cukup tinggi. Dari berbagai kalangan, baik laki-laki, perempuan, tua dan muda, bahkan hadir pula beberapa peserta yang berasal dari luar Merjosari. Senangnya mengikuti kegiatan ini, menjadikan hidup lebih tenang", Ucap Andik, salah warga Merjosari yang rutin mengikuti kegiatan tersebut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
pengabdian masyarakatuin malang mengabdiUIN Maliki MalangUIN Malangsinopsi ikatan cintaBerita MalangBerita Jatim

Berita Lainnya

Berita

Terbaru