Warga Shanghai Menjerit karena Lockdown, Pemerintah Lakukan Pelonggaran?

Apr 13, 2022 09:02
Warga Shanghai melakukan barter makanan, sumber gambar : Cnn
Warga Shanghai melakukan barter makanan, sumber gambar : Cnn

JATIMTIMES - Seorang warga di Shanghai, China membeberkan cerita soal kesulitan warga hidup di tengah penguncian (lockdown) akibat Covid-19 merajalela. Hal itu membuat pemerintah China melonggarkan karantina dan memperbolehkan beberapa penduduk untuk keluar rumah jelang dua minggu karantina.

Mengutip Our World in Data, China mencatat penambahan kasus Covid-19 harian sebanyak 26.517 kasus per Senin (11/4). Angka ini melonjak drastis dibandingkan bulan lalu, di mana kenaikan kasus Covid-19 mencapai 1.225 kasus.

Pelonggaran inipun terjadi paska salah seorang warga mengunggah sebuah video yang menunjukkan penduduk Shanghai yang kehabisan makanan masuk ke supermarket dan menyuarakan  seruan minta tolong. Namun, jumlah warga yang diizinkan keluar belum jelas.

Pemerintah melonggarkan pembatasan dengan mengumumkan penduduk lingkungan Shanghai yang tidak memiliki kasus selama setidaknya dua minggu akan diizinkan keluar dari rumah mereka mulai Selasa. Dikatakan mereka bisa pergi ke daerah lain yang juga tidak memiliki kasus baru selama waktu itu.

Salah satu yang penderitaan yang dialami adalah harga-harga kebutuhan pokok makin melambung tinggi sehingga sulit terbeli.

Dalam video tersebut dijelaskan bahwa warga  harus membeli sekardus mie instan dan satu soda dengan harga 400 yuan (Rp905 ribu) kala lockdown diterapkan pemerintah China.

Selain itu penutupan beberapa tempat yang sangat dibutuhkan oleh warga Shanghai pun membuat geram. Pasalnya, pemerintah China menutup pasar dan apotek sehingga kebutuhan mereka tidak terpenuhi. Kendati demikian, pemerintah akan membuka pasar dan apotek kembali.

"Saya hanya mencoba memasok persediaan. Saya tak yakin berapa lama ini [lockdown] akan berlangsung," kata salah satu warga bernama Ma, dikutip dari AFP.

Selain itu, beberapa warga melakukan barter demi mendapatkan makanan. Seorang warga juga mengungkapkan ketidaksukaannya atas karantina di Shanghai. Hal itu disebabkan oleh terbatasnya akses untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka.

Kemudian, pemerintah berinisiatif membagikan paket sayuran dan makanan lainnya selama beberapa hari setidaknya dua kali ke beberapa rumah tangga. Hal tersebut tentunya membantu warga Shanghai untuk mengatasi keluhanya selama masa karantina.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
shanghai lockdownkisah pemabuk dan sahabat nabiBerita Internasional

Berita Lainnya

Berita

Terbaru