Sejumlah Pasar di Kabupaten Malang Bakal Dapat Pasokan Minyak Curah

Apr 12, 2022 21:00
Salah satu penjual minyak goreng (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)
Salah satu penjual minyak goreng (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Malang bakal memasok minyak goreng curah di sejumlah pasar. Rencananya, pasar yang menjadi target pasokan minyak goreng curah itu yakni, Pasar Lawang, Singosari, Karangploso, Bululawang, Turen, dan Kepanjen. Masing-masing pasar nantinya akan mendapatkan mendapat pasokan minyak goreng curah mencapai 6 ton.

“Pemasoknya adalah perusahaan milik BUMN (Badan Usaha Milik Negara), yakni PT Rajawali Nusindo, yang ditunjuk oleh pemerintah,” ungkap Kadisperindag Kabupaten Malang, Agung Purwantoro, Selasa (12/4/2022).

Sejauh ini, ada tiga pasar yang mendapat pasokan minyak goreng curah, di antaranya adalah Pasar Lawang, Pasar Singosari dan Pasar Bululawang. Khusus untuk di Kecamatan Bululawang sasarannya bukan pasar, tapi pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah). “Sementara untuk pasar Turen, Karangploso, dan Kepanjen belum dipasok, menunggu giliran dari PT Rajawali Nusindo,” jelas Agung.

Dalam hal ini, Disperindag Kabupaten Malang terus berupaya untuk koordinasi dengan sejumlah pihak agar pasokan minyak goreng curah ke wilayah Kecamatan Turen, Karangploso dan Kepanjen bisa terdistribusikan sebelum hari raya idul fitri. Hal itu untuk mengantisipasi kekhawatiran masyarakat menjelang lebaran.

“Namun, perlu diingat, kami mengimbau agar pedagang ketika sudah menerima pasokan minyak goreng curah ini, sasaran konsumennya bukan masyarakat umum, tapi pelaku UMKM, dengan syarat menyertakan NPWP (Nomor Induk Wajib Pajak),” tutup Agung.

Sementara itu, salah satu pedagang di Pasar Kepanjen, Warsini mengaku sudah sekitar satu bulan tidak menjual minyak goreng curah. Ia mengaku tidak ada tempat yang digunakan untuk tengkulak. “Sudah sekitar satu bulan kami tidak menjual minyak goreng curah. Karena memang tidak ada pasokan dari suppliyer kami,” ungkap Warsini.

Kini ia hanya menjual minyak goreng kemasan, dengan harga Rp 24.000 per liter. Dan hal itu juga dikeluhkan oleh pembelinya yang menganggap harga tersebut terlalu mahal. “Konsumen kami, yang pelaku UMKM terpaksa membeli minyak goreng kemasan. Karena minyak goreng curah stoknya kosong,” terang Warsini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Disperindagagung purwantoro

Berita Lainnya

Berita

Terbaru