Bapenda Kabupaten Malang Batal Naikan Target Perolehan PBB-P2, Berikut Pertimbangannya

Apr 12, 2022 18:05
Kepala Bapenda Kabupaten Malang, Made Arya Wedantara.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).
Kepala Bapenda Kabupaten Malang, Made Arya Wedantara.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Malang akhirnya mengembalikan target perolehan pajak jenis pajak bumi dan bangunan (PBB) seperti target pada tahun 2021, yakni sebesar Rp 61 Miliar. Hal tersebut lantaran ada sejumlah Kepala Desa yang mengaku keberatan jika targetnya dinaikan pada tahun 2022 ini. 

Kepala Bapenda Kabupaten Malang, Made Arya Wedantara mengatakan, pada tahun 2022 ini, target perolehan PBB yang berada dalam penguasaan desa, sebenarnya dinaikan menjadi Rp 96 Miliar. Namun, ternyata hal itu dikeluhkan oleh Kepala Desa. 

"Di dalam perkembangan, ternyata ada beberapa Kepala Desa melalui AKD (Asosiasi Kepala Desa) melakukan audiensi dengan Pak Bupati. Dalam audiensinya, salah satunya mereka minta bahwa karena sejumlah kondisi di lapangan, dan dirasa terlalu berat, maka AKD meminta agar PBB kembali pada pagu diangka seperti 2021," ujar Made. 

Dengan kondisi tersebut, dan sesuai arahan Bupati Malang HM. Sanusi, Bapenda akhirnya memutuskan untuk tidak menaikan target perolehan PBB dan kembali ke angka Rp 61 Miliar. Namun itu khusus untuk jenis PBB P2 (buku 1 dan buku 2).

"Buku 1 dan buku 2 itu yang besaran (pajak) nya, Rp 1 sampai Rp 500 ribu. Itu awalnya kan paling rendah Rp 10 ribu mau kita naikan jadi Rp 25 ribu. Akhirnya batal khusus untuk buku 1 dan 2," terang Made. 

Dari catatan Bapenda, ada sebanyak 1,4 juta wajib pajak yang mempunyai kewajiban PBB buku 1 dan 2. Dan semuanya memang menjadi tugas bagi aparatur desa sebagai pemungut pajaknya. 

"Kalau yang buku 3, 4 dan 5 kita beri diskon 10 persen dari pagu tahun 2022. Buku 3,4 dan 5 ini yang besaran (pajak) nya di atas Rp 500 ribu. Biasanya perumahan atau industri, kebanyakan sih perumahan," jelas Made. 

Sebagai konsekuensinya, pihaknya harus menggenjot perolehan dari sektor lain agar pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Malang tetap terpenuhi. Di mana target PAD pada tahun ini adalah sebesar Rp 978 Miliar. Sedangkan tahun 2021 lalu, target PAD Kabupaten Malang sebesar Rp 741 Miliar. Atau, jika diprosentase, naik sekitar 30 persen dari target pada tahun 2021.

Selain itu, dengan perubahan tersebut, pihaknya juga kembali akan melakukan sosialisasi kepada semua kecamatan. Namun dalam hal perubahan ini, pihaknya akan lebih mengoptimalkan sosialisasi melalui media sosial.

"Kita kemarin kan sudah sosialisasi ke setiap kecamatan dan masing-masing Kepala Desa, di program itu masih ada 8 kecamatan yang belum, nanti akan sekaligus. Kami juga sudah koordinasi bahwa kami akan memanfaatkan semua medsos (media sosial), baik dari Kominfo ataupun Bapenda, termasuk media massa," pungkas Made. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
PBB Kabupaten MalangKabupaten Malangbapenda kabupaten malangTarget PAD Kabupaten MalangBerita MalangBerita Jatim

Berita Lainnya

Berita

Terbaru