Sebut 'Presiden Indonesia Belum Tepat' Dihadapan Kader PDIP, Cak Nun Dinilai Jujur

Apr 12, 2022 09:36
Cak Nun isi ceramah di markas PDIP (Foto: Screenshot)
Cak Nun isi ceramah di markas PDIP (Foto: Screenshot)

JATIMTIMES - Pernyataan Muhammad Ainun Nadjib atau Cak Nun yang menyatakan presiden Indonesia saat ini belum tepat menjadi sorotan. Bahkan, potongan video ceramah tersebut viral di media sosial dan membuat tagar #Cak Nun menjadi trending topic. 

Pernyataan Cak Nun itu dinilai jujur meski disampaikan di acara PDIP yang notabennya partai pendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi). Bahkan, tanpa segan Cak Nun menyampaikan hal itu dihadapan Puan Maharani dan Hasto Kristiyanto.

"Cak Nun tidak hilang objektivitas dan nalar kritisnya meski berdialog di kandang banteng," kata Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno. 

Adi menilai maksud pernyataan Cak Nun itu perihal Indonesia bisa melampaui Amerika Serikat dan Rusia. Tapi bukan di presiden yang sekarang menjabat. 

"Bagi Cak Nun Indonesia bisa melampaui negara besar seperti AS dan Rusia, tapi bukan presiden yang sekarang," ujar Adi. 

Sehingga butuh puluhan tahun untuk menghasilkan pemimpin yang bisa membawa negara agar bisa melampaui negara maju. Oleh sebab itu, Adi mengatakan apa yang disampaikan Cak Nun adalah bentuk kejujuran. Ia justru menyayangkan jika pernyataan Cak Nun itu kerap dibully padahal apa yang disampaikan menurut Adi benar adanya.

Seperti diketahui, Cak Nun sebelumnya berbicara soal pemimpin bangsa Indonesia dalam ceramahnya di acara buka puasa bersama PDI Perjuangan, Minggu (10/4/2022). Cak Nun menilai Indonesia dipimpin oleh presiden yang belum tepat saat ini.

Awalnya, Cak Nun menyebut negara-negara adikuasa, yaitu Amerika Serikat dan Rusia yang tak benar-benar 'berkuasa'. Ia lalu membandingkan dengan bangsa Indonesia yang dapat melampaui mereka. Hanya, menurut Cak Nun pemimpinnya belum tepat.

"Wahai Amerika, wahai Rusia, wahai semua negara yang merasa kuat dan adikuasa jangan pikir kalian benar-benar berkuasa karena kami adalah bangsa dengan peradaban dengan skala waktu 18 generasi," kata Cak Nun. 

"Sehingga ilmu kita, manajemen kita akan jauh melebihi kalian semua. Cuma sekarang belum tepat saja presidennya. Jangan marah," imbuh Cak Nun. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Cak NunEmha Ainun NadjibPresiden Indonesiasuami jual istri

Berita Lainnya

Berita

Terbaru