Warga Keluhkan Ujian Praktik SIM C, Polresta Malang Kota Lakukan Evaluasi Jarak dan Dimensi

Apr 11, 2022 19:57
Ilustrasi ujian pembuatan SIM C. (Foto: Istimewa)
Ilustrasi ujian pembuatan SIM C. (Foto: Istimewa)

JATIMTIMES - Seorang warga di Kota Malang mengeluhkan proses pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) C baru. Menurutnya, proses pembuatan SIM C yang dijalani langsung oleh anaknya terdapat beberapa kendala, yakni ujian teori dan praktik  

"Anak saya mengurus SIM C baru, tapi terkendala ujian teori sudah gagal empat kali," tulis Syifa dalam WhatsApp Group (WAG) Pengaduan Pelayanan Publik Kota Malang, Senin (11/4/2022). 

Alhasil, kendala ujian teori ini membuat sang anak mulai merasa malas untuk melakukan proses pembuatan SIM C baru dan mengeluh karena sudah gagal berkali-kali di beberapa tahapan ujian pembuatan SIM C baru. 

"Padahal yang keluar lintasan cuma ban belakang tok sekali, sekali tok, tapi balik lagi, balik lagi. Dengan kondisi anaknya masih sekolah dia juga kayak sudah capek izin-izin terus," ujar Syifa. 

Pihaknya pun mempertanyakan prosedur pembuatan SIM C baru di wilayah hukum Polresta Malang Kota tersebut. Pasalnya, Syifa mengaku juga sempat mendapat keluhan yang sama dari seorang ibu-ibu saat melakukan ujian pembuatan SIM C baru. 

"Apa memang prosedurnya seperti itu. Karena ini tadi kebetulan juga bareng sama ibu-ibu cerita malah sudah 16 kali nggak lolos juga," ujar Syifa. 

Dengan kondisi seperti itu, Syifa pun mengaku sempat ditawari untuk membuat SIM C baru melalui oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab dengan harga fantastis, yakni untuk pembuatan satu SIM C sebesar Rp 750 ribu. 

"Kalau saya tidak salah waktu ditawari kemarin untuk SIM C Rp 750 ribu pak, tanpa tes katanya tinggal foto saja," ujar Syifa.

Syifa pun secara tegas menolak tawaran pembuatan SIM C baru dengan harga fantastis dari oknum-oknum tidak bertanggungjawab tersebut dan menyuruh anaknya untuk tetap mengikuti ujian pembuatan SIM C baru sesuai dengan prosedur yang berlaku. 

Pihaknya berharap, ujian teori dan ujian praktik pembuatan SIM C di Kota Malang lebih dipermudah. Karena menurutnya, saat berbincang dengan masyarakat yang lain merasa kesulitan dalam membuat SIM C dan harus mengulang-ulang untuk tahapan ujian praktik. 

"Banyak yang berharap ujian praktik dipermudah sehingga akan banyak yang taat membuat SIM kalau saja ujian praktik nggak terus-terusan mengulang kesalahan," terang Syifa. 

Sementara itu, keluhan dari Asyifa di WAG Pengaduan Pelayanan Publik Kota Malang langsung direspon cepat oleh Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Budi Hermanto. 

Perwira polisi dengan tiga melati dipundaknya yang akrab disapa Buher tersebut menerangkan bahwa SIM merupakan dokumen negara yang dikeluarkan oleh Polri untuk jangka waktu lima tahun. 

"Kenapa ada ujian tertulis, praktik, kesehatan dan psikologi gunanya pengendara itu sendiri apakah faham dan mengerti sehingga bisa selamat buat dirinya, masyarakat dan pengguna jalan lainnya," jelas Buher. 

Lalu, mengenai ujian praktik yang dijalani anak dari Asyifa dengan kesalahan sama secara berulang-ulang, Buher segera akan melakukan evaluasi terhadap proses ujian praktik dari proses pembuatan SIM C baru tersebut. 

"Akan kami evaluasi untuk jarak dan dimensinya," ujar Buher. 

Lebih lanjut, mengenai keluhan dari Asyifa yang menyebutkan terdapat oknum-oknum tidak bertanggungjawab yang menawarkan pembuatan SIM C baru dengan harga fantastis, Buher menegaskan bahwa Polresta Malang Kota tidak memberikan ruang kepada calo.

"Jangan mau dan silahkan laporkan ke kami siapa calo yang menawarkan tersebut," tegas Buher. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Kota MalangSIMBudi Hermanto

Berita Lainnya

Berita

Terbaru