Viral Video Pria Diduga Polisi Pukul Sopir di Jombang hingga Alami Luka

Apr 11, 2022 16:51
Potongan video viral polisi pukul sopir di Jombang. (istimewa)
Potongan video viral polisi pukul sopir di Jombang. (istimewa)

JATIMTIMES - Sebuah rekaman video yang menampilkan aksi anggota polisi memukul sopir truk viral di media sosial. Pada video tersebut, korban menunjukkan luka memar di pipi akibat pukulan polisi.

Aksi pemukulan polisi terhadap sopir truk itu diunggah oleh akun Facebook Alex Sprinter di salah satu grup komunitas sopir truk. Ada dua video yang diunggah 2 jam lalu oleh akun facebook tersebut. Video pertama memperlihatkan seorang pria diduga polisi bersitegang dengan seorang sopir truk.

Pria yang diduga anggota polisi yang berada di luar berusaha mengambil kunci truk yang masih menancap di kemudi truk. Sedangkan sopir yang berada di kursi kemudi berusaha menghalaunya.

Saat itu juga, seorang pria yang diduga anggota polisi berseragam cokelat dengan rompi hijau itu melayangkan bogeman ke wajah sopir. Seketika itu, sopir dan kernet truk yang merekam video di bangku penumpang sebelah kiri langsung teriak minta tolong.

"Gimana ini maksudnya. Tolong tolong tolong, ini penganiayaan pak, jangan kayak gini pak," teriak sopir dalam rekaman video tersebut.

Pada rekaman video kedua, sang sopir berkaus merah turun dari truk yang ia tumpangi. Ia merekam wajah dua pria yang diduga anggota polisi yang menghentikan truk miliknya. Salah satunya yakni yang memukul sopir truk tersebut.

Sopir truk juga menunjukkan pipi kirinya yang terlihat memar bekas pukulan. "Penganiayaan polisi arep nyegat terus ngampleng iki (penganiayaan polisi mau menghentikan terus mukul ini, red). Ngampleng bapak iki (yang mukul bapaknya ini, res)," ujarnya sembari menunjuk anggota polisi yang memukulnya.

Hingga kini, Senin (11/04/2022) sekitar pukul 15.00 WIB, video tersebut telah dibagikan sebanyak 735 kali dan disukai sebanyak 572 netizen. Rekaman video yang tengah viral itu juga mendapatkan 547 komentar dari para warganet.

Beragam tanggapan dilontarkan oleh para netizen di kolom komentar. Seperti akun Facebook DR. Ia meminta sopir truk untuk segera visum dan melaporkannya ke kantor polisi. "Klo hisa secepatnya visum ke rs terdekat. Lalu buat laporan ke spkt," katanya dalam kolom komentar.

Aku lain juga mendukung sang sopir untuk segera melapor dan memintanya agar tidak damai. "Bukti udah jelas tinggal lapor ke polres ajah biar kapok tuh polisi, jgn mau diajak damai," ucap akun Facebook AA.

Video viral tersebut belakang diketahui terjadi di Jombang. Kapolres Jombang AKBP Moh Nurhidayat membenarkan bahwa rekaman video yang tengah viral tersebut benar anggotanya.

Menurutnya, insiden itu terjadi pada pagi tadi sekitar pukul 10.30 WIB. "Kita mengklarifikasi peristiwa viral di media sosial. Dimana ada perbuatan kekerasan yang dilakukan oleh anggota kami di lapangan terhadap saudara A (korban, red)," terangnya saat dikonfirmasi wartawan di Mapolres Jombang, Jalan KH Wahid Hasyim, Senin (11/04/2022) siang tadi.

Dijelaskan Nurhidayat, insiden itu bermula saat dua anggota Satlantas, Aiptu I dan Aipda W tengah berpatroli di wilayah Kecamatan Jombang dengan menggunakan mobil dinas polisi. Saat melintasi Jalan Raya Desa Jabon, dua Polantas itu berusaha menghentikan truk bernopol AB 8246 RK yang dikemudikan oleh korban berinisial A, warga asal Klaten, Jawa Tengah.

Namun, truk berwarna biru itu bukannya berhenti malah terus melaju. Akhirnya anggota terpaksa menghentikan paksa truk tersebut. Disitu lah insiden pemukulan terjadi.

"Maksudnya untuk mengkonfirmasi. Karena mungkin ada miskomunikasi, tidak berhenti akhirnya dihentikan paksa. Mungkin salah paham baik perilaku perbuatan akhirnya terjadi pemukulan," tandasnya.

Dikatakan Nurhidayat, kasus tersebut telah tuntas ditangani oleh Seksi Propam Polres Jombang. "Kami pertemukan, kami tanya asal muasalnya memang ada miskomunikasi. Dan alhamdulillah kedua belah pihak bisa untuk memahami dan menyadari, dan berdamai," kata Nurhidayat.

Sementara, terhadap dua anggota polisi tersebut dalam penanganan Propam untuk sanksi yang akan dijatuhkan. "Untuk anggota kami tetap dan kami pastikan tetap kami proses kode etik. Karena bagaimanapun tindakan kekerasan tidak dibenarkan di luar konteksnya," pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
video viralaksi penganiayaanpolisi aniaya sopir trukJalan rusak di PagakKabupaten Jombangberita jombangBerita Jatim

Berita Lainnya

Berita

Terbaru