Demo 11 April di Bangkalan Berujung Ricuh, Mahasiswa Alami Luka-luka

Apr 11, 2022 15:54
Tampak, ratusan masa aksi unjuk rasa 11 April di Bangkalan, saat terjadi kericuhan antara mahasiswa dan aparat di depan Gedung DPRD setempat (Foto: Imam/JatimTIMES) 
Tampak, ratusan masa aksi unjuk rasa 11 April di Bangkalan, saat terjadi kericuhan antara mahasiswa dan aparat di depan Gedung DPRD setempat (Foto: Imam/JatimTIMES) 

JATIMTIMES - Aksi unjuk rasa 11 April 2022 yang bertajuk penolakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN), dan penundaan Pemilu, hingga perpanjangan masa jabatan presiden di Kabupaten Bangkalan, berakhir ricuh. 

Aksi ricuh antara mahasiswa dan pihak kepolisian ini, bermula saat mahasiswa memaksa ingin masuk menemui DPRD. Namun aparat keamanan berupaya menghadang karena massa terlalu banyak untuk diperbolehkan masuk ke dalam gedung. 

Diketahui, aksi unjuk rasa ini serentak dilakukan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM-SI) dan BEM Nusantara.

Tuntutannya pun sama, yakni mahasiswa menolak kenaikan BBM, Minyak Goreng, PPN dan penundaan pemilu serta perpanjangan masa jabatan presiden. "Kami mewakili rakyat Indonesia, menolak kebijakan yang mencekik rakyat dan kebijakan yang merusak konstitusi," teriak salah satu orator di hadapan Ketua Dewan, Senin (11/4/2022). 

Selain itu, masa aksi juga mendesak menteri perdagangan untuk mundur dari jabatannya karena gagal dalam mengemban amanah. Kemudian mendesak presiden jokowi untuk menstabilkan kebutuhan bahan pokok, serta menuntut presiden jokowi untuk mengusut mafia minyak goreng. 

"Kami juga menuntut DPRD Kabupaten Bangkalan untuk bersama-sama mahasiswa mendesak pemerintah pusat agar menstabilkan kebutuhan pangan rakyat, karena bagaimanapun saat ini masyarakat sangat resah dengan melonjaknya harga Bahan Pangan dipasaran. Maka dari itu kami sangat mengharapkan hal itu segera disampaikan,” lanjutnya. 

Diketahui, aksi unjuk rasa oleh mahasiswa ini dilakukan secara beruntun, dan di lakukan oleh beberapa kelompok mahasiswa. Di antaranya kelompok mahasiswa yang mengatasnamakan Aliansi BEM Bangkalan Bersatu (AB3), dilanjut dengan kelompok yang kedua yakni dari Gerakan Mahasiswa (Gema) UTM, terkahir dari trunojoyo bergerak. 

Aksi terkahir berakhir ricuh antar mahasiswa dan aparat kepolisian, hingga ada beberapa mahasiswa yang mengalami luka di bagian kepalanya hingga berdarah. 

Hingga berita ini dinaikkan rombongan mahasiswa dari trunojoyo bergerak sedang melanjutkan aksi demonstrasi dengan memblokade jalan di simpang tiga Polres Bangkalan, yang sebelumnya mereka juga sempat melakukan blokade pada jembatan Suramadu sisi Madura.

Berikut tuntutan mahasiswa terhadap pemerintah. 

1. Menuntut DPRD Bangkalan untuk menyatakan sikap secara tertulis terhadap penolakan penundaan Pemilu dan perpanjangan masa jabatan Presiden. Karena ini merupakan hal yang inkonstitusional dan merupakan sebuah bentuk pelecehan terhadap konstitusi (contempt of constitution). Jika penundaan pemilu dan perpanjangan masa periode presiden benar-benar dilakukan selain telah melanggar konstitusi, maka hal ini telah menciderai semangat reformasi untuk membatasi kekuasaan yang absolut dan otoriter.

2. Menuntut Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Bangkalan untuk menurunkan harga minyak goreng serta menuntut pemerintah untuk memberantas mafia-mafia yang menjadi dalang dibalik penimbunan minyak goreng.

3. Menuntut Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Bangkalan untuk menstabilkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis PERTAMAX

4. Menuntut Pemerintah untuk merevisi dan mengkaji ulang Undang-Undang Ibu Kota Negara pada Pasal 1 ayat (2) dan ayat (8), Pasal 4, Pasal 5 ayat (4) UU No. 3/2022. Karena sejatinya ketentuan pasal-pasal tersebut bertentangan dengan Pasal 18 ayat (1) dan ayat (2), Pasal 18A ayat (1) dan Pasal 18B ayat (1) UUD 1945. Dan karena tidak terpenuhinya jaminan pengakuan, perlindungan, kepastian hukum serta perlakuan yang sama di hadapan hukum

5. Menuntut Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Bangkalan untuk melayangkan segala tutuntan kepada pemeritah provinsi hingga pemerintah pusat (DPR/MPR) dalam jangka waktu 14 x 24 Jam.

6. Memerintahkan Presiden Republik Indonesia untuk memastikan fraksi partai politik tidak berupaya merealisasikan penundaan pemilu yang sudah ditetapkan tanggal 14 Februari 2022

7. Memerintahkan DPR RI untuk tidak berupaya merealisasikan amandemen terhadap UUD NRI 1945 yang merubah ketentuan pasal mengenai batas periode jabatan presiden RI

8. Memerintahkan Bupati Kabupaten Bangkalan untuk segera mengelola TPA di socah yang sesuai dengan prosedur pengelolaan tempat pembuatan sampah.

9. Memerintahkan Bupati Kabupaten Bangkalan untuk segera merealisasikan pemerataan sistem penerangan jalan di seluruh kabupaten bangkalan

10. Memerintahkan Bupati Kabupaten Bangkalan untuk segera merealisasikan perbaikan jalan di seluruh kabupaten bangkalan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
demo mahasiswa 11 aprilDemo Mahasiswaes cendol sehatdemo mahasiswa kedirikabupaten BangkalanDPRD Kabupaten Bangkalanberita bangkalanBerita MaduraBerita Jatim

Berita Lainnya

Berita

Terbaru