Ngaku Diminta Bayar saat Ambil Ijazah, Kepala SMANELA: Silakan Datang Klarifikasi

Apr 10, 2022 15:17
Ilustrasi Ijazah.(Foto: Istimewa).
Ilustrasi Ijazah.(Foto: Istimewa).

JATIMTIMES - Kepala SMA Negeri 1 Lawang Abdul Teddy Rahman membantah jika ada alumni sekolahnya yang harus membayar untuk mengambil ijazah. Sebelumnya, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) mendapat pengaduan bahwa ada salah satu alumni yang diminta membayar sejumlah uang saat hendak mengambil ijazah.

Pembayaran tersebut terlihat dari kuitansi yang didapat oleh alumni yang bersangkutan usai membayar. Di mana pada kwitansi tersebut, besaran uang yang dibayar tertulis Rp 500 ribu, dan peruntukannya tertulis 'Tunggakan Bangunan tahun 2008-2009'.

"Tidak benar, setelah saya cek di bagian TU (Tata Usaha), katanya ada catatan yang ditunjukan kepada (alumni) yang bersangkutan, belum bayar LKS (Lembar Kerja Siswa) waktu dia masih sekolah, tidak terkait dengan ijazah, mestinya yang bersangkutan menunggu saya rapat, katanya tergesa-gesa karena mau kerja," ujar Teddy saat dikonfirmasi.

Mengetahui ada alumninya yang diminta membayar saat akan mengambil ijazah oleh Staf TU, pria yang akrab disapa Teddy ini mengaku bahwa dirinya telah menegur anggota TU yang bersangkutan. Sebab menurutnya ada ketidaksesuaian antara yang ia sampaikan dengan yang disampaikan TU.

Dirinya pun berharap agar alumni yang bersangkutan bisa kembali datang ke sekolah untuk melakukan klarifikasi. Pasalnya, saat melakukan briefing tentang ijazah dengan stafnya, pihaknya terus berupaya agar ijazah bisa diserahkan ke masing-masing alumni.

"Tetapi Anggota TU saya tidak pernah menagih, hanya menunjukkan data, bahwa dia tercatat ada tunggakan belum bayar buku LKS dan bangunan. Itu data yang saya peroleh dari Anggota TU saya. Saya pun ingin tahu dari alumni tersebut, agar uangnya segera dikembalikan," pungkas Teddy.

Sementara sebelumnya, melalui koordinasi yang dilakukan LIRA dengan pihak SMA Negeri 1 Lawang, memang telah muncul kesepakatan bahwa tidak ada biaya yang harus dibayarkan untuk alumni yang hendak mengambil ijazahnya. Kemudian LIRA menilai bahwa sangat disayangkan jika ada alumni yang diminta membayar saat datang ke sekolah untuk mengambil ijazah.

"Anak-anak yang saya dampingi kemarin tidak dipungut biaya apapun, ini ada pengaduan siswa yang mencoba mengambil sendiri malah disuruh bayar," ujar Sub Advokasi Pendidikan dan Hukum DPD LIRA Malang Raya Abdul Munif.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
pengambilan ijazah berbayarambil ijazah berbayarsk gttKabupaten MalangBerita MalangBerita Jatim

Berita Lainnya

Berita

Terbaru