Soal Ijazah Tertahan karena Tunggakan di SMAN Lawang, Kasek: Silakan Diambil, Tidak Perlu Bayar

Apr 09, 2022 16:41
Ilustrasi Ijazah.(Foto: Istimewa).
Ilustrasi Ijazah.(Foto: Istimewa).

JATIMTIMES - Penahanan ijazah siswa diduga terjadi di SMA Negeri 1 Lawang (Smanela), Kabupaten Malang. Dugaan tersebut ditemukan oleh Dewan Pimpinan Daerah Lumbung Informasi Rakyat (DPD Lira) Malang Raya. 

Awalnya Lira mendapat pengaduan ada salah satu alumnus Smanela  yang mengaku ijazahnya ditahan. Dan dari pengakuan tersebut, diketahui bahwa yang bersangkutan tidak menerima ijazah karena punya tunggakan sekitar Rp 4 juta. 

"Kurang lebihnya (tunggakan) Rp 4.300.000," ujar Sub-Advokasi Pendidikan dan Hukum DPD Lira Malang Raya Abdul Munif. 

Namun, dirinya tidak memastikan tunggakan tersebut berasal dari mana. "Biasanya uang gedung sama iuran bulanan komite," imbuh Munif.

Munif  pun lantas mencari kebenaran terkait kabar tersebut dengan mendatangi SMA Negeri 1 Lawang pada 11 Maret 2022. Berdasarkan keterangan yang didapat dari pihak sekolah, dirinya mendapati ijazah alumni yang masih tertahan di sekolah ada 72. 

"Tapi sudah terambil 4,. Jadi, sisa 68. Lalu ada yang saya dampingi untuk pengambilan itu 5 anak. Jadi, tinggal 63," terang Munif.

Dari koordinasi yang ia lakukan ke pihak sekolah, Munif mengatakan bahwa pihak sekolah mau menyerahkan ijazah setiap siswa tanpa dipungut biaya apa pun. Namun dengan syarat harus dengan pendampingan Lira.  "Saat koordinasi saya bilang bahwa penahanan ijazah itu bisa melanggar Pasal 372 KUHP dan juga melanggar HAM," tegasnya.

Dirinya pun berharap agar para alumni SMA Negeri 1 Lawang yang ijazahnya tertahan bisa mengambil ijazahnya. Tentunya  tanpa dipungut biaya apa pun meskipun siswa tersebut datang ke sekolah tanpa didampingi oleh Lira. 

"Soalnya, laporan yang masuk ke kami (Lira) itu, ada beberapa yang rumahnya jauh. Kan juga enggak bisa kalau didampingi terus," pungkas Munif. 

 Munif berharap SMA Negeri 1 Lawang bisa komitmen dengan keputusannya soal ijazah yang ertahan tersebut. Sehingga, saat alumni  datang ke sekolah untuk mengambil ijazah, pihak sekolah bisa memberikannya tanpa terbebani tunggakan apa pun. 

Sementara itu, Kepala SMA Negeri 1 Lawang, Abdul Teddy Rahman mengatakan bahwa ijazah alumni yang belum diambil tersebut adalah alumni pada masa sebelum dirinya menjabat sebagai kepala sekolah. Dan saat itu, kepala sekolah yang kala itu menjabat sudah memberi pengumuman kepada alumni yang bersangkutan agar ijazahnya bisa diambil. 

"Jadi sebenarnya kita (SMA Negeri 1 Lawang) menginginkan betul agar jangan sampai ada ijazah yang tertahan," ujar pria yang akrab disapa Teddy ini. 

Dirinya menyebut bahwa satu-satunya alasan masih banyak yang belum diambil oleh alumni adalah karena beberapa alasan administratif. Dirinya pun juga mengaku bahwa pihak sekolah telah melakukan berbagai upaya agar ijazah tersebut bisa diterima pemiliknya masing-masing.

"Ternyata setelah saya lihat, ada beberapa ijazah yang anaknya belum cap tiga jari.  Sekolah juga sudah melalui surat, sosial media bahkan di daerah sekitar Lawang, itu kita cari alamatnya. Ternyata yang bersangkutan sudah pindah," terang Teddy. 

Dirinya juga menegaskan, bahwa tidak ada syarat apa pun untuk mengambil ijazah. Meskipun di dalam aturannya menyebut harus tertib administrasi. Sedangkan untuk alumni yang masih punya tunggakan, ia juga menyebut tidak usah bayar, dan dipersilakan untuk datang ke sekolah langsung. 

"Silakan datang, menemui saya. Yang masih punya tunggakan juga tidak perlu bayar. Bebas. Kecuali, yang bersangkutan siapa tahu sudah kerja enak dan nyaman mau nyumbang untuk masjid, silakan. Karena kami sedang membangun masjid. Tapi jangan karena faktor ijazah," pungkas Teddy. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Ijazah tertahanSmanelaKemacetan di Kota BatuLIRa Malang Raya

Berita Lainnya

Berita

Terbaru