Keji dan Tak Manusiawi, Begini Bentuk Penyiksaan yang Diterima Penghuni Kerangkeng Manusia Bupati Langkat Nonaktif

Apr 09, 2022 14:34
Ilustrasi trauma sumber gambar : line.com
Ilustrasi trauma sumber gambar : line.com

JATIMTIMES - Kapolda Sumatera Utara Irjen Panca Putra Simanjuntak mengumumkan penahanan delapan tersangka atas kasus kerangkeng manusia di rumah Bupati nonaktif Langkat Terbit Rencana Perangin Angin. Para tersangka kasus kerangkeng manusia itu berinisial HS, IS, TS, RG, JP, HG, DP dan SP.

Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam mengungkapkan berbagai bentuk kekerasan dan alat yang digunakan sebagai instrumen kekerasan dan penyiksaan pada penghuni kerangkeng manusia milik eks Bupati Langkat.

"Kami menemukan 18 alat yang digunakan untuk melakukan tindakan itu termasuk cabai, kolam, pisau, rokok, korek," kata Anam.

"Ada yang di palu kakinya dan dicopot (kuku) kakinya pakai tang, termasuk penggunaan anjing juga sebagi instrumen sanksi kepada penghuni," sambung Anam.

Berbagai penyiksaan dan perlakuan tidak manusiawi yang diterima penghuni kerangkeng manusia meninggalkan trauma, bahkan penghuni niatan bunuh diri bagi para korban. Kondisi itu sungguh sangat miris.

Menurut informasi yang didapat dari beberapa sumber, ada 19 nama orang yang diduga melakukan tindak kekerasan itu. Dia adalah pengurus dari kerangkeng tersebut mulai dari pembina kalapas, anggota ormas penghuni lama oknum TNI-Polri dan lain-lain.

Choirul Anam juga mengungkapkan, terdapat anak-anak yang menjadi penghuni kerangkeng manusia di rumah Bupati Langkat nonaktif, Terbit Rencana Perangin Angin.

"Ada penghuni kerangkeng yang masih anak-anak di sekolah SMK usia 16-17 yang awalnya enggak menemukan tapi di akhir proses kami temukan. Kami belum terlalu mendalami, oleh karena itu saya minta kepolisan mendalami informasi tersebut," kata Anam.

Hingga saat ini Polda Sumatera Utara memeriksa lima orang oknum polisi terkait kerangkeng manusia di rumah Bupati Langkat nonaktif, Terbit Rencana Perangin Angin. Lima polisi itu diperiksa Propam Polda Sumut.

Panca menjelaskan kelima oknum polisi itu telah ditarik ke Polda Sumut, mereka akan diproses sesuai dengan aturan di internal kepolisian.

"Khusus terkait yang anggota Polri, kita sudah memproses itu. Mereka ada lima. Tiga itu adalah ajudan, satu adalah yang berkaitan dia datang ke lokasi rumah itu, satu lagi berkaitan dengan keluarganya. Ini semuanya sudah diproses oleh Propam Polda (Sumut)," kata Kapolda Sumut Irjen RZ Panca Putra Simanjuntak seperti dilansir detikSumut, Jumat (8/4/2022).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
kerangkeng manusiaKerangkeng manusia di rumah bupati Langkatbupati langkatKapolda Sumatera Utara

Berita Lainnya

Berita

Terbaru