Masyarakat Kabupaten Malang Harus Waspada, Potensi Bencana Hidrometeorologi Masih Mengancam

Apr 08, 2022 20:14
Ilustrasi bencana Hidrometeorologi (foto: istimewa)
Ilustrasi bencana Hidrometeorologi (foto: istimewa)

JATIMTIMES - Masyarakat Kabupaten Malang diimbau terus waspada dengan potensi bencana terutama angin kencang yang kemungkinan dapat terjadi. Diprediksi status siap siaga akan terjadi hingga akhir bulan ini.

Hujan disertai angin kerap terjadi di sejumlah wilayah di Kabupaten Malang. Hal itu juga setidaknya selalu ada kerusakan yang terjadi pada bencana tersebut.

Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan mengimbau agar masyarakat selalu waspada. Karena pihaknya menetapkan status siap siaga hingga akhir April nanti.

“Meneruskan dari BMKG, waspada terkait bencana yang tiba. Kalau hujan, hindari berkendara, hindari keluar rumah, terutama potensi pohon tumbang,” pesan Sadono.

“Siap siapa bencana Hidrometeorologi sampai April akhir,” imbuh Sadono.

Berkaca dari tahun lalu, Sadono menuturkan bahwa berdasarkan data, tahun ini lebih banyak bencana yang terjadi. Hingga tanggal 4 April lalu, sudah ada 24 kejadian terutama yang paling mendominasi adalah angin kencang.

“Beda dengan tahun lalu, tercatat ada 21 kejadian di bulan yang sama. Longsornya sekitar 70 kejadian di periode yang sama 2021,” ungkap Sadono.

Menurut Sadono, hal tersebut bisa saja terjadi hingga bulan Juni. Sebab menurutnya, musim pancaroba juga mempengaruhi. “Pengalaman lalu bisa sampe bulan Juni, karena pancaroba itu,” ujar Sadono.

Sementara itu, untuk wilayah yang memiliki potensi terjadi angin kencang masih sama seperti tahun sebelumnya. Di antaranya adalah Kecamatan Karangploso, Singosari, Pakis, Jabung, Tumpang, Tajinan hingga Wajak.

“Yang paling tinggi atau sering itu Karangploso, Singosari, Pakis dan Jabung. Kalau di 2021 Jabung dan Pakis yang paling tinggi,“ kata Sadono.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
sadono irawanKabupaten Malangbencana kabupaten malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru