Sidang Lanjutan Kasus Korupsi Mark Up Lahan SMAN 3 Kota Batu, Hadirkan 8 ASN Pemkot Batu

Apr 07, 2022 16:40
Para ASN saat hadir dalam sidang kasus tindak pidana korupsi dugaan mark up pengadaan lahan SMA Negeri Kota 3 Batu di Pengadilan Tipikor Surabaya, pada Senin (4/4/2022). (Foto: istimewa)
Para ASN saat hadir dalam sidang kasus tindak pidana korupsi dugaan mark up pengadaan lahan SMA Negeri Kota 3 Batu di Pengadilan Tipikor Surabaya, pada Senin (4/4/2022). (Foto: istimewa)

JATIMTIMES- Sidang kasus dugaan korupsi mark up pengadaan lahan SMA Negeri Kota 3 Batu sudah memasuki babak kedua. Dalam sidang kedua itu menghadirkan saksi yakni pejabat Pemkot Batu di Pengadilan Tipikor Surabaya, pada Senin (4/4/2022).

Saksi yang dihadirkan ada delapan orang seluruhnya pejabat Pemkot Batu. Kedelapan saksi pejabat Pemkot Batu yang hadir di sidang lanjutan ini antara lain Mudji Dwi Leksono, Shanti Restuningsasi, Maria Inge Sandrasari, Tauchid Baswara, Cahya Wisesa Sri Rama Atmaja, Reni Apriani Widowati, Mulia de Ruiters, dan Saiful Anwar.

Empat dari delapan saksi yang dihadirkan adalah pejabat eselon II B. Di antaranya, Mudji Dwi Leksono yang dulu menjabat Kabag Hukum dan menjadi anggota panitia pengadaan tanah pada perkara yang terjadi 2014 itu. Saat ini, Mudji menjabat sebagai kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).

Kemudian Shanti Restuningsasi saat itu menjabat sebagai Kabid Aset pada tahun 2015. Saat ini menjabat Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Batu.

Selanjutnya Maria Inge saat ini menjabat sebagai Kabag Hukum juga diminta keterangan karena waktu itu menjabat Kasubag Perundang-undangan Bagian Hukum tahun 2014.

Lalu ada nama Tauchid Baswara yang waktu itu menjabat sebagai Kasubag Dokumentasi Bagian Hukum 2014. Saat ini, Tauchid menjabat sebagai Kabid Perizinan DPMTSP Kota Batu.

”Pada sidang kedua Senin lalu, ada delapan orang saksi yang hadir. Semuanya pejabat di Pemkot Batu,” kata Kasi Intel Kejari Batu, Edi Sutomo.

Sedangkan untuk kedua terdakwa yang terlibat dalam perkara ini yakni Edi Setiawan dan Nanang Istiawan Sutriyono juga dihadirkan dalam sidang, namun secara virtual di Lapas Klas 1 A Lowokwaru Kota Malang.

”Selanjutnya persidangan akan dilanjutkan pada 11 April 2022 mendatang,” ujar Edi. Sebelumnya, pada sidang pertama yang dipimpin Cokro Gede Arthana juga menghadirkan 10 saksi.

Edi menambahkan, kasus tindak pidana korupsi pengadaan lahan SMAN 3 Kota Batu tahun 2014 dibagi menjadi dua perkara dengan nomor perkara 16/Pid.Sus-TPK/2022/PN.Sby untuk terdakwa Nanang Ismawan Sutriyono dan nomor perkara 17/Pid.Sus-TPK/2022/PN.Sby untuk terdakwa Edi Setiawan.

Terdakwa didakwa melanggar Pasal 2 ayat 1 jo Pasal 18 UU Tipikor Jo Pasal 55, dakwaan primer. Subsidernya Pasal 3 Jo Pasal 18, UU Tipikor pasal 55 Ayat 1 KUHAP Pidana.

Lantaran hal ini kerugian negara cukup besar. Mengingat pada APBD 2014 pengadaan lahan SMAN 3 Batu anggarannya Rp 8,8 miliar. Dengan luas lahan yang dibeli seluas 8.152 meter persegi.

Diduga mereka telah merugikan keuangan negara mencapai Rp 4,080 miliar. ES dan NIS merupakan warga Kota Malang. ES sebelumnya pernah terjaring dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada tahun 2017 silam.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Edi Setiawanedi sutomopengadilan Tipikor surabayaedi sutomoKorupsi

Berita Lainnya

Berita

Terbaru