Resmikan Jembatan Pelangi di Srigonco, Khofifah: Konektivitas Penting untuk Peningkatan Kesejahteraan

Apr 07, 2022 16:20
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa didampingi Bupati Malang HM. Sanusi usai meresmikan Jembatan Pelangi.(Foto: Istimewa).
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa didampingi Bupati Malang HM. Sanusi usai meresmikan Jembatan Pelangi.(Foto: Istimewa).

JATIMTIMES- Jembatan Pelangi di Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang telah diresmikan pada Kamis (7/4/2022) siang. Peresmian jembatan tersebut dilakukan langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dengan didampingi Bupati Malang, HM. Sanusi bersama sejumlah jajarannya. 

Jembatan yang dibangun sejak 2017 tersebut, merupakan jalan alternatif yang digunakan sebagai akses menuju Jalur Lintas Selatan (JLS) via Pantai Balekambang. Di mana sebelumnya, akses jalan yang lama cenderung berbahaya untuk dilalui. Mengingat kontur tanahnya yang curam dan cenderung licin saat hujan. 

Pembangunan jembatan dengan panjang sekitar 120 meter, dan lebar mencapai 7 meter tersebut, menghabiskan anggaran sebesar Rp 24,7 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah (APBD) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Dengan dibangunnya jembatan tersebut, dan setelah diresmikan, akses menuju pantai yang berjajar di sepanjang JLS, saat ini menjadi lebih mudah untuk dijangkau oleh wisatawan. Terlebih, setelah pembangunan JLS tahap kedua hingga ke Desa Kedungsalam, Kecamatan Donomulyo telah rampung dibangun pada akhir 2021 lalu. 

Bupati Malang, HM. Sanusi berharap bahwa hal tersebut bisa kembali menggairahkan iklim pariwisata di Kabupaten Malang. Terutama di jajaran pantainya yang sudah menjadi jujugan favorit wisatawan di Jawa Timur maupun di Indonesia.

"Jadi arus transportasi (wisatawan) lebih mudah dan lebih cepat, ekonomi di Malang Selatan dengan bergulirnya pariwisata. Serta bis-bis besar bisa masuk ke sana, akan mendongkrak perekonomian di sana (Malang Selatan)," ujar Sanusi.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meninjau Jembatan Pelangi di Desa Srigonco.(Foto: Istimewa).

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan bahwa JLS yang merupakan salah satu program strategis nasional memang harus didukung dengan pembangunan infrastruktur lain di sekitarnya. Salah satunya Jembatan Pelangi tersebut. Terlebih sebagai konektivitas menuju Malang Selatan. 

"Konektivitas menjadi bagian yang sangat penting. Di Kabupaten Malang sudah tidak ada lagi desa tertinggal di tahun 2021. Namun tetap harus didorong betul pada beberapa hal ubtuk kemajuannya. Salah satunya peningkatan kesejahteraan," ujar Khofifah. 

Di sisi lain, Khofifah menyebut bahwa di dalam upaya tersebut, berdasarkan pemetaan Kemen PUPR, konektivitas ke JLS merupakan salah satu yang memliki posibilitas paling tinggi. Dan sebagai pendukungnya, akses jalan dari Gondanglegi menuju Bantur akan dinaikkan statusnya menjadi Jalan Nasional. 

"Maka sekarang kalau proses pembebasan lahan tahun ini oleh Pemkab Malang, Insya Allah sudah bisa dilakukan tahun ini, cepat kita koordinasi untuk keputusan final, untuk memulai, pembangunan infastruktur jalan gondanglegi bantur jadi jalan nasional," pungkas Khofifah. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Jembatan PelangiKhofifah Indar ParawansaSanusi

Berita Lainnya

Berita

Terbaru