Maju Pilrek UB 2022-2027, Profesor Ini Usung 4 Pilar

Apr 07, 2022 15:33
Prof Dr Widodo SSi MSi PhD Sc (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Prof Dr Widodo SSi MSi PhD Sc (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

JATIMTIMES - Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Brawijaya (UB)  periode 2022-2027 telah dimulai. Ada  enam bakal calon rektor yang mendaftarkan diri kepada panitia pendaftaran. Salah satunya adalah Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UB Prof Dr Widodo SSi MSi PhD Sc.

Maju sebagai bakal calon pemimpin UB, Widodo bukan tanpa modal. Visi dan misi strategis telah dia siapkan untuk memajukan berbagai bidang di UB yang saat ini menjadi perguruan tinggi negeri badan hukum (PTNBH).

Untuk menyukseskan itu, dirinya mempunyai startegi 4 pilar.  Yang pertama adalah pihaknya akan konsen terhadap internasionalisasi. Mendorong UB menjadi world class university merupakan salah satu hal yang akan ia wujudkan bilamana nanti mendapatkan amanah untuk menduduki pucuk pimpinan di UB.

"UB harus meraih world class university, paling tidak bisa sampai range (peringkat) 500 anm. Itu suatu keharusan yang tidak boleh dilepas," ucapnya.

Pilar kedua adalah konsen pada globalisasi. Artinya, kemampuan mahasiswa di level global akan terus ditingkatkan. Mahasiswa akan dibekali dengan berbagai kompetensi yang membuatnya mampu bersaing di level global.

Kemudian, pilar ketiga  terkait Inovasi. Pilar ini berkaitan tentang proses pembelajaran. Tentunya media pembelajaran akan terus dikembangkan untuk menghasilkan suatu output yang bagus. "Meningkatkan kemampuan kemandirian bangsa melalui inovasi," ungkapnya.

Pilar keempat adalah, pilar untuk kemandirian. Kemandirian yang dimaksud adalah, peningkatan kapasitas dari kemandirian badan usaha universitas.

"Empat  pilar ini saya kira semua calon mengarah ke situ. Tapi nantinya juga harus mengikuti visi dan misi serta rencana strategis (renstra). Sehingga kita tidak bisa membuat hal-hal yang menyimpang jauh," kata Widodo.

Selain itu, Widodo akan lebih mengencarkan perihal kerja sama dengan instansi luar. Kerja sama ini menjadi sebauh problem yang banyak dialami oleh perguruan tinggi. Perguruan tinggi kurang banyak menjalin kerja sama dengan world class university di dunia, khususnya untuk yang berperingkat 100 besar.

Selain itu, kerja sama dengan dunia industr, akan juga ditingkatkan. Kerja sama dengan industri menjadi penting dalam upaya pengembangan SDM. Karena itu, sinergitas dengan dunia industri akan diperkuat. "Nah inilah capaian indikator kinerja utama yang harus dicapai. Dan ini butuh effort," pungkas Widodo.
 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Lembaga Perlindungan Anak TulungagungUniversitas BrawijayaRapat tidak kourumUB Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru