Ramai-ramai Pejabat Suntik Booster Vaksin Nusantara Terawan di Tengah Polemik dengan IDI, Terbaru Luhut

Apr 06, 2022 12:03
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan suntik booster Vaksin Nusantara (Foto: Screenshot)
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan suntik booster Vaksin Nusantara (Foto: Screenshot)

JATIMTIMES - Di tengah polemik pemecatan mantan Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto dari keanggotaan Ikatan Dokter Indonesia (IDI), justru sejumlah pejabat publik disebut menerima suntikan vaksin virus Covid-19 dosis lanjutan alias booster menggunakan vaksin Nusantara. 

Seperti diketahui, vaksin Nusantara ini merupakan gagasan dari Terawan yang sempat mendapat pro kontra.

Terbaru, Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengaku telah melakukan pengambilan sampel darah sebagai prosedur penerimaan vaksin Nusantara. Cara kerja vaksin Nusantara yaitu setiap orang akan diambil sampel darahnya untuk kemudian dipaparkan dengan kit vaksin yang dibentuk dari sel dendritik.

Lalu, sel yang telah mengenal antigen akan diinkubasi selama 3-7 hari. Hasilnya kemudian akan diinjeksikan ke dalam tubuh kembali. 

Di dalam tubuh, sel dendritik diharapkan akan memicu sel-sel imun lain untuk membentuk sistem pertahanan memori terhadap Sars Cov-2.

Dalam video yang beredar di media sosial terlihat Luhut yang tengah duduk di sebuah kursi sambil memegang plastik berisikan darahnya. Sementara Terawan berdiri di sampingnya menggunakan masker dan sarung tangan medis.

"Ini saya bersama Dokter Terawan. Saya ambil darah untuk ikut ini nanti vaksinasi Nusantara. Kita coba," kata Luhut dalam video tersebut. 

Tak hanya soal vaksin Nusantara, Luhut juga menyinggung soal metode Digital Subtraction Angiography (DSA) atau 'cuci otak' yang dibuat Terawan. Bahkan Luhut mengaku sempat mencoba metode tersebut dan merasakan manfaatnya.

"Setelah saya cek juga, yang dilakukan kepada saya DSA juga banyak yang mengalami pertolongan. Saya sudah DSA juga, dan saya mengalami efeknya. Sekarang ini saya coba dan mereka juga tentu sudah melakukan riset," ujar Luhut. 

Baru-baru ini, Wakil Ketua MPR dari Fraksi PDIP Ahmad Basarah juga dilaporkan mengikuti prosedur pengambilan vaksin Nusantara di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto Jakarta.

"Dipecat IDI, Ahmad Basarah Suntik Booster Vaksin Nusantara Terawan, di RSPAD Gatot Soebroto pada Kamis, 31 Maret 2022," tulis keterangan pada akun instagram @officialsahabatbasarah.

Adapun pengembangan vaksin Nusantara untuk mencegah penularan Covid-19 memang sempat menimbulkan polemik berkepanjangan dalam beberapa waktu lalu. Akhirnya, nasib vaksin Nusantara ditentukan melalui nota kesepahaman alias MoU antara Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Kementerian Kesehatan dan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) pada 19 April lalu.

Dari MoU tersebut, disepakati bahwa proses pengambilan sampel darah relawan di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta itu hanya dilakukan guna kepentingan penelitian dan pelayanan. Artinya, proses vaksin Nusantara ini bukan uji klinis vaksin untuk dimintakan izin edar oleh BPOM, melainkan hanya layanan kepada masyarakat.

Sejumlah pejabat dan anggota parlemen kala itu juga tercatat paling maju membela Terawan. Mereka mendaftarkan diri sebagai pasien Terawan terkait pemberian vaksin Nusantara.

Di antaranya seperti Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari, dan mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo.

Ada pula pasangan selebritas Anang-Ashanty, hingga sederet anggota DPR seperti Sufmi Dasco Ahmad, Emanuel Melkiades Laka Lena, Saleh Daulay, Adian Napitupulu, Nihayatul Wafiroh, Arzetty Bilbina, Sri Meliyana, Anas Thahir, dan sejumlah anggota Komisi IX DPR RI lainnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Terawan Agus PutrantoLuhut Binsar PanjaitanVaksin Nusantara

Berita Lainnya

Berita

Terbaru