Buntut Panjang Pemecatan Terawan, Amarah Meledak hingga Seruan Bubarkan IDI Terdengar di DPR

Apr 05, 2022 09:44
dr Terawan Agus (Foto: IST)
dr Terawan Agus (Foto: IST)

JATIMTIMES - Pemecatan mantan Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto dari keanggotaan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) hingga kini masih menjadi polemik. Kali ini, IDI kembali mendapatkan 'tekanan' dari sejumlah pihak atas hal tersebut. 

Dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) antara Komisi IX dan IDI yang digelar pada Senin (4/4/2022), IDI mendapatkan kritik dan amarah dari sejumlah anggota dewan. Anggota Komisi IX DPR RI Irma Suryani Chaniago bahkan menyerukan bubarkan IDI dan meminta IDI tidak menjadi organisasi yang superbody.

"Bubarin saja IDI, ngapain, cuma organisasi profesi kok, dan IDI itu cuma memberikan rekomendasi. Sama dengan Komisi IX, kami tidak bisa memberikan sanksi ke pemerintah, hanya memberikan rekomendasi, boleh dipakai boleh tidak," kata Irma dalam rapat dengar tersebut.

Irma juga menyinggung IDI yang tak sejalan dengan visi misi keprofesian. Ia menyebut IDI tidak mencerminkan nilai mensejahterakan anggota sejawat lantaran isu pemecatan Terawan. 

Bahkan, Irma menyebut setidaknya ada 2.500 dokter muda yang tidak lulus uji kompetensi tahun ini dan akan menganggur.

Ia juga menyebut IDI tak melakukan pembinaan dan pengembangan kemampuan profesi anggota. Terbukti menurutnya dengan praktik terapi cuci otak Terawan atau yang dikenal sebagai metode Intra-Arterial Heparin Flushing (IAHF) yang merupakan modifikasi Digital Subtraction Angiography (DSA) justru dihentikan.

Seruan bubarkan IDI juga disampaikan Anggota Komisi IX DPR dari fraksi PDIP Rahmat Handoyo. Rahmat menyebut, seruan itu datang dari para anggota dewan di Senayan dan juga sejumlah masyarakat.

"Saya menyampaikan dengan dimulai dua kata dulu. Bubarkan IDI. Itu bukan dari saya, tapi itu introspeksi dari ketua umum dan anggota lain, itu suara rakyat, suara trending topic, suara netizen begitu menggelora bubarkan IDI," kata Rahmat.

IDI lalu meminta Komisi IX DPR untuk tidak terlalu ikut campur terkait polemik rekomendasi pemberhentian Terawan. Ketua Umum IDI Periode 2022-2025 Adib Khumaidi mengatakan, rekomendasi pemberhentian Terawan adalah proses panjang sejak 2013 lalu.

Adib menyebut, selaku petinggi IDI, maka ia harus melaksanakan amanat rekomendasi MKEK dengan telah mempertimbangkan berbagai opsi sesuai banyak faktor.

"Harapan kami dalam forum ini, kepada anggota dewan terhormat, bahwa mekanisme organisasi yang kami lakukan tolong berikan kesempatan kepada kami untuk menyelesaikan secara internal," kata Adib.

Adib mengaku pihaknya akan berupaya memutuskan hasil putusan yang baik sesuai dengan masukan internal dan eksternal IDI. Lebih lanjut, Adib mengatakan, IDI punya waktu 28 hari kerja untuk mengeluarkan putusan resmi soal status pemberhentian Terawan terhitung sejak 25 Maret 2022. 

Selain itu, ada pula peluang pihaknya masih bisa melakukan forum terbuka atas kasus ini. Namun IDI baru-baru ini juga  memberikan sinyal tidak akan menolak rekomendasi MKEK dalam Muktamar Aceh tersebut, lantaran polemik ini sudah berlarut-larut sejak lama.

Seperti diketahui, beberapa waktu lalu, IDI juga mendapatkan 'tekanan' dari pejabat kementerian. Salah satunya Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly. 

Yasonna mengaku berencana merevisi kewenangan IDI dalam memberi izin praktik dokter terkait polemik pemecatan Terawan.

Sementara, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy juga menilai rekomendasi pemberhentian Terawan dari keanggotan IDI agak berlebihan. Ia mengatakan masalah itu mestinya bisa diselesaikan melalui rembuk.

Muhadjir, lantas mengatakan IDI pada prinsipnya terbuka dan berusaha mencari titik temu terkait pelanggaran kode etik yang menimpa dr Terawan. 

Dalam hal ini, ia berharap IDI bisa menegakkan disiplin bagi anggotanya. Namun juga bisa memberikan peluang adanya inovasi dan terobosan yang digagas dan diinisiasi oleh anggotanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
idi pecat dr terawanpemecatan dr terawanTerawan Agus Putrantobubarkan idiseruan bubarkan idiseruan bubarkan idi

Berita Lainnya

Berita

Terbaru