Dinkes dan Polkesma Masih Godok Rencana Vaksinasi Malam Hari

Apr 04, 2022 18:28
Jajaran Forkopimda Jawa Timur didampingi Wali Kota Malang Sutiaji saat melakukan pengecekan pelaksanaan vaksinasi dosis tiga atau booster di Sentra Vaksinasi Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Selasa (8/2/2022). (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)
Jajaran Forkopimda Jawa Timur didampingi Wali Kota Malang Sutiaji saat melakukan pengecekan pelaksanaan vaksinasi dosis tiga atau booster di Sentra Vaksinasi Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Selasa (8/2/2022). (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang gencar mendorong masyarakat agar mengikuti program percepatan vaksinasi nasional, mulai dari vaksin dosis satu, dosis dua, hingga dosis tiga atau booster. Hal itu bertujuan untuk meningkatkan kekebalan atau imunitas masyarakat dalam menghadapi pandemi covid-19 yang belum selesai.

Memasuki momentum Bulan Suci Ramadan 1443 Hijriah, Pemkot Malang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang terus mengimbau agar masyarakat dapat menjalani program percepatan vaksinasi nasional di masing-masing fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) pada hari dan jam kerja yang sudah ditentukan.

"Vaksinasi kalau di puskesmas atau klinik tetap di hari kerja dan jam kerja, mulai Senin sampai  Jumat. Jamnya antara jam 8 pagi sampai jam 12 siang," ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang dr Husnul Muarif i di Balai Kota Malang, Senin (4/4/2022).

Selain di masing-masing fasyankes yang berada di wilayah masyarakat bertempat tinggal, Pemkot Malang juga telah berkolaborasi dengan pihak Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Malang (Polkesma) untuk menggelar sentra vaksinasi di lingkungan kampus Polkesma. Husnul menyebut terdapat wacana bakal ada gelaran vaksinasi malam hari.

"Belum ada keputusan (vaksinasi malam hari) karena masih menghitung kekuatan tenaganya. Tetapi wacana ke sana (vaksinasi malam hari) ada," ujar Husnul.

Husnul menyebut, wacana digelarnya vaksinasi malam hari untuk memfasilitasi masyarakat yang berkeyakinan bahwa jika vaksinasi dilakukan siang hari dapat membatalkan puasa.

"Sikap kita ya di hari kerja kita adakan vaksinasi. Bagi mereka yang berkeyakinan bisa vaksin datang ke faskes yang ada. Bagi mereka yang berkeyakinan belum bisa vaksin, kita upayakan sore atau malam hari," terang Husnul.

Sementara itu, Dinkes  menargetkan pelaksanaan vaksinasi selama momentum Bulan Suci Ramadan 1443 Hijriah akan disesuaikan dengan ketersediaan vaksin yang dikirim dari Kemenkes RI melalui Dinkes Provinsi Jawa Timur untuk masyarakat Kota Malang. Pelaksanaannya akan diserahkan kepada masing-masing fasyankes yang ada di Kota Malang.

Lebih lanjut, dalam perkembangannya capaian vaksinasi di Kota Malang terus mengalami penambahan persentase jumlah masyarakat yabg telah tervaksin. "Capaian vaksinasi dosis satu 113,42 persen, dosis dua 107,08 persen, dosis tiga 25,15 persen. Untuk lansia dosis satu 69,07 persen, dosis dua 64,61 persen, dosis tiga 21,99 persen," pungkas Husnul.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
percepatan vaksinasiDinkes Kota MalangPemkot Malangvaksinasi di kota malangprogram wes wayahe jember berbagi

Berita Lainnya

Berita

Terbaru