Dua Lokasi Jalan Bakal Dibangun Underpass, Wali Kota Sutiaji Perkirakan Per Kilometer Butuh Rp 175 Miliar

Apr 03, 2022 14:30
Tampak persimpangan Jalan Ahmad Yani atau tepat di depan bangunan Malang Creative Center, Minggu (3/4/2022). (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)
Tampak persimpangan Jalan Ahmad Yani atau tepat di depan bangunan Malang Creative Center, Minggu (3/4/2022). (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang berencana membangun  underpass atau jalan di bawah tanah di dua kawasan yang sering dianggap menjadi titik kemacetan. 

Dua lokasi tersebut terletak di sepanjang Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Purwodadi, Kecamatan Blimbing selepas Fly Over Arjosari mengarah ke pusat toko ritel modern Carrefour Malang di Kelurahan Blimbing, Kecamatan Blimbing. Jarak tersebut  memiliki panjang sekitar 1,3 kilometer. 

Kemudian, lokasi kedua di sekitar Universitas Islam Malang (Unisma) yang terletak di Jalan MT Haryono, Kelurahan Dinoyo, Kecamatan Lowokwaru, hingga di dekat pintu gerbang Universitas Brawijaya (UB) Jalan Mayjend Panjaitan, Kelurahan Penanggungan, Kecamatan Lowokwaru. Diperkirakan jarak itu memiliki panjang sekitar 2 kilometer. 

Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan, rencana pembangunan underpass sampai saat ini masih tahap usulan ke pemerintah pusat. Namun, untuk lokasi pertama underpass di kawasan Jalan Ahmad Yani, Pemkot Malang telah bekerja sama dengan Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang (UM) untuk pembuatan detail engineering design (DED). 

Sedangkan untuk lokasi kedua yang berada di kawasan Jalan MT Haryono mengarah ke Jalan Mayjend Panjaitan, Pemkot Malang sudah mulai melakukan komunikasi dengan pihak Politeknik Negeri Malang (Polinema) perihal kerja sama pembuatan DED underpass. 

Orang nomor satu d ilingkup Pemkot Malang ini pun optimistis, jika  pembangunan underpass di dua lokasi tersebut dapat terealisasi, maka kemacetan di Kota Malang akan cepat terurai. 

Terlebih lagi, berdasarkan rilis hasil penelitian Global Traffic Socrecard 2021 yang dilakukan Inrix, Kota Malang menempati urutan keempat sebagai kota termacet di Indonesia dan menempati urutan ke-334 termacet di dunia. Rata-rata pengendara di Kota Malang total kehilangan 29 jam dalam kemacetan pada periode jam sibuk. 

Persimpangan Dinoyo.

Lebih lanjut, Sutiaji mengaku sampai saat ini masih ada kendala terkait rencana pembangunan underpass dari sekitaran Unisma yang berada di Jalan MT Haryono menuju Jalan Mayjen Panjaitan. 

"Karena di situ bakal menggunakan sebagian lahan milik Universitas Brawijaya dan ada makam yang harus dilomunikasikan dulu dengan warga sekitar," ungkap Sutiaji. 

Tetapi, jika pembangunan underpass di Jalan MT Haryono mengarah ke Jalan Mayjend Panjaitan terealisasi, maka pengendara dari arah Jalan MT Haryono tidak perlu lagi berputar ke arah Jembatan Soekarno Hatta maupun di depan Taman Krida Budaya. Apalagi, hal itu menyebabkan penumpukan kendaraan yang akan putar balik di dua titik tersebut. 

"Kalau pakai underpass langsung dari MT Haryono menuju Mayjen Panjaitan, nggak usah belok," kata Sutiaji. 

Sementara itu, perihal anggaran yang nanti akan digunakan, Sutiaji menyebut rencana pembangunan underpass akan menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Hal itu dikarenakan jalan raya di dua kawasan yang akan dibangun underpass tersebut merupakan jalan nasional. 

Untuk perkiraan anggaran yang akan digunakan untuk pembangunan underpass, Sutiaji memperkirakan mencapai ratusan miliar per kilometer. 

"Kalau pembangunan LRT per kilometernya Rp 450 miliar, kalau tol separuhnya anggaran LRT, jadi kurang lebih Rp 225 miliar per kilometer. Kalau underpass tiga perempatnya anggaran tol, kurang lebih Rp 175 miliar per kilometer. Itu kira-kira ya," pungkas Sutiaji. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Pembangunan underpassWali Kota Malang SutiajiJalan bawah tanahPelaku perampasan HP

Berita Lainnya

Berita

Terbaru